kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.888.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.171   14,00   0,08%
  • IDX 7.603   -20,50   -0,27%
  • KOMPAS100 1.050   -5,68   -0,54%
  • LQ45 757   -2,63   -0,35%
  • ISSI 276   -1,25   -0,45%
  • IDX30 404   0,15   0,04%
  • IDXHIDIV20 490   0,33   0,07%
  • IDX80 118   -0,54   -0,46%
  • IDXV30 138   0,09   0,07%
  • IDXQ30 129   0,21   0,16%

Harapan Perdamaian Timur Tengah Menguat, Israel Bahas Gencatan Senjata Lebanon


Kamis, 16 April 2026 / 10:54 WIB
Harapan Perdamaian Timur Tengah Menguat, Israel Bahas Gencatan Senjata Lebanon
ILUSTRASI. Israel - Tel Aviv (REUTERS/Florion Goga)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Optimisme terhadap berakhirnya konflik di Timur Tengah semakin menguat.

Upaya diplomasi intensif, termasuk keterlibatan mediator Pakistan dan dorongan dari pemerintahan Donald Trump, membuka peluang tercapainya kesepakatan yang juga berpotensi membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz.

Melansir laporan Reuters Kamis (16/4/2026), Kabinet Israel dilaporkan telah menggelar pertemuan untuk membahas kemungkinan gencatan senjata di Lebanon, seiring konflik dengan kelompok Hezbollah yang didukung Iran.

Baca Juga: Harga Rumah Baru China Terus Turun, Meski Kota Besar Mulai Stabil

Seorang pejabat senior Israel menyebutkan pembahasan ini berlangsung setelah lebih dari enam pekan konflik, dan menurut pejabat Lebanon, pengumuman gencatan senjata bisa segera dilakukan.

Penghentian konflik di Lebanon menjadi salah satu isu krusial dalam perundingan damai sebelumnya, selain persoalan ambisi nuklir Iran yang masih menjadi ganjalan utama.

Di sisi lain, pejabat AS dan Iran mempertimbangkan untuk kembali melanjutkan perundingan di Pakistan dalam waktu dekat, setelah pembicaraan sebelumnya berakhir tanpa terobosan.

Kepala militer Pakistan, Asim Munir, yang berperan sebagai mediator utama, telah tiba di Teheran untuk menjembatani perbedaan kedua pihak.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa prospek kesepakatan terlihat positif dan pembicaraan yang dimediasi Pakistan berlangsung produktif serta berkelanjutan.

Baca Juga: Baht Thailand dan Dolar Taiwan Pimpin Penguatan Mata Uang Asia pada Kamis (16/4)

Pasar keuangan global merespons positif perkembangan ini. Indeks saham di Wall Street mencatatkan rekor tertinggi, sementara harga minyak cenderung stabil seiring ekspektasi meredanya konflik.

Namun, tekanan terhadap Iran tetap meningkat. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memperkirakan pembelian minyak Iran oleh China akan menurun akibat blokade AS terhadap kapal yang mengunjungi pelabuhan Iran.

Washington juga membuka peluang menjatuhkan sanksi sekunder terhadap negara-negara pembeli minyak Iran.

Konflik yang berlangsung sejak akhir Februari ini telah menyebabkan Iran secara efektif membatasi akses pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital bagi sekitar 20% perdagangan minyak dan gas global.

Dampaknya, ekspor energi dari kawasan Teluk menurun tajam dan memicu kekhawatiran pasokan global.

Baca Juga: Ekonomi China Tumbuh 5% di Kuartal I-2026, Lampaui Ekspektasi Pasar

Meski demikian, dinamika di lapangan masih kompleks. Militer AS mengklaim berhasil menahan sejumlah kapal dalam 48 jam pertama blokade, namun laporan dari Fars News Agency menyebut sebuah supertanker Iran tetap berhasil melintas menuju pelabuhan domestik.

Iran juga memperingatkan dapat menghentikan arus perdagangan di Teluk, Laut Oman, hingga Laut Merah jika tekanan AS berlanjut.

Sementara itu, isu nuklir tetap menjadi hambatan utama dalam negosiasi. AS mengusulkan penghentian aktivitas nuklir Iran selama 20 tahun, sementara Teheran hanya bersedia menghentikan selama 3–5 tahun.

Washington juga menuntut pemindahan material nuklir yang telah diperkaya, sedangkan Iran meminta pencabutan sanksi internasional.

Meski belum ada kesepakatan final, sumber yang terlibat dalam perundingan menyebut komunikasi di belakang layar telah mempersempit perbedaan dan meningkatkan peluang tercapainya kesepakatan dalam putaran negosiasi berikutnya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×