kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.590.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Manchester City Dilaporkan Bersalah atas 114 dari 115 Dugaan Pelanggaran Keuangan


Jumat, 25 September 2026 / 23:07 WIB
Manchester City Dilaporkan Bersalah atas 114 dari 115 Dugaan Pelanggaran Keuangan
ILUSTRASI. Manchester City (Action Images via Reuters/Paul Childs)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Manchester City dilaporkan dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dugaan pelanggaran aturan keuangan Premier League. Laporan tersebut disampaikan The Athletic dan The Times pada Jumat (25/9/2026).

Manchester City diperkirakan akan mengajukan banding atas hasil tersebut. Namun, Premier League belum mengonfirmasi laporan tersebut.

"Ini merupakan proses rahasia, kami sama sekali tidak memberikan komentar," kata juru bicara Premier League kepada Reuters.

Manchester City juga belum memberikan tanggapan langsung atas permintaan komentar Reuters.

Baca Juga: Yield US Treasury 10 Tahun Tembus 5,2%, Tertinggi Sejak 2007

Kepada BBC, klub mengatakan penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran tersebut "masih berlangsung".

Jika hasil tersebut dikonfirmasi, putusan ini akan menjadi salah satu keputusan paling signifikan dalam sejarah sepak bola Inggris.

Kasus tersebut telah membayangi Premier League selama lebih dari tiga tahun dan menjadi perhatian karena menyangkut regulasi keuangan serta penerapan aturan terhadap klub-klub papan atas.

Dugaan Pelanggaran Lebih dari Satu Dekade

Premier League menyerahkan kasus Manchester City kepada komisi independen pada Februari 2023. Dugaan pelanggaran tersebut mencakup periode 2009/10 hingga 2022/23.

Manchester City secara konsisten membantah melakukan pelanggaran.

Baca Juga: Peru Targetkan Tambahan Produksi Tembaga 1 Juta Ton dalam 6 Tahun

Salah satu tuduhan utama menyebut Manchester City tidak memberikan informasi keuangan yang akurat dan mencerminkan kondisi pendapatan serta biaya operasional secara wajar pada setiap musim antara 2009/10 hingga 2017/18.

Kasus tersebut ditangani komisi independen yang terdiri dari tiga orang yang ditunjuk oleh ketua independen Panel Yudisial Premier League.

Sidang kasus dimulai pada 16 September 2024 dan berakhir hampir tiga bulan kemudian, yakni pada 6 Desember 2024.

Besarnya kasus ini membuat proses hukum tersebut menjadi perhatian besar di sepak bola Inggris.

Manchester City menunjuk pengacara David Pannick untuk memimpin pembelaan, sementara Premier League diwakili Adam Lewis KC, menurut laporan media Inggris.

Baca Juga: Harga Emas Turun 2,4% Sepekan, The Fed dan Yield Treasury Jadi Pemberat

Pernah Hadapi Sanksi UEFA

Manchester City sebelumnya juga pernah menghadapi sanksi dari badan sepak bola Eropa, UEFA.

Pada 2020, UEFA menjatuhkan larangan tampil di Liga Champions selama dua musim setelah Manchester City dinyatakan melebihkan pendapatan sponsorship pada periode 2012 hingga 2016.

Namun, Manchester City mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS). Pengadilan olahraga tersebut kemudian membatalkan larangan tampil di Liga Champions.

Sejak Sheikh Mansour's Abu Dhabi United Group mengakuisisi Manchester City pada 2008, klub tersebut telah memenangkan delapan gelar Premier League, satu Liga Champions, empat Piala FA dan tujuh Piala Liga.

Manchester City saat ini juga berada di puncak klasemen Premier League setelah memenangkan lima pertandingan pertama musim ini.

Baca Juga: AS-China Capai Kesepakatan Dagang, Detailnya Akan Diungkap Senin (28/9)

Kasus ini menjadi semakin penting karena sejumlah klub Premier League lainnya telah menerima sanksi terkait pelanggaran aturan keuangan.

Everton kehilangan total delapan poin pada musim 2023/24 akibat dua pelanggaran terpisah terhadap Profitability and Sustainability Rules (PSR).

Sementara Nottingham Forest mendapat pengurangan empat poin pada Maret 2024 karena pelanggaran aturan yang sama.

Newcastle United juga sempat menghadapi potensi sanksi sebelum menjual sejumlah pemain menjelang batas waktu pelaporan keuangan pada 30 Juni 2024 untuk memenuhi ketentuan pengeluaran.

Namun, dugaan pelanggaran yang dihadapi Manchester City memiliki cakupan jauh lebih luas karena mencakup periode lebih dari satu dekade.

Karena itu, hasil akhir kasus ini berpotensi menjadi rujukan penting dalam penerapan regulasi keuangan Premier League.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×