kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 -0,86%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Markas kontraktor militer AS di Irak kembali jadi sasaran roket


Kamis, 10 Juni 2021 / 13:22 WIB
Markas kontraktor militer AS di Irak kembali jadi sasaran roket
ILUSTRASI. Anak-anak di Kota Erbil, Irak, melambaikan tangan pada pasukan militer AS yang baru kembali dari wilayah Utara Suriah, 21 Oktober 2019.

Sumber: Arab News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - BAGHDAD. Pangkalan Udara Balad, Irak, pada Rabu (9/6) malam kembali menjadi sasaran roket yang diduga berasal dari militan yang didukung Iran. 

Arab News melaporkan, tidak ada korban dalam serangan yang menargetkan pangkalan udara yang juga menjadi markas kontraktor militer AS di Irak tersebut.

Pangkalan Udara Balad yang terletak di Utara Baghdad saat ini digunakan oleh perusahaan AS Sallyport untuk mengawasi jet tempur F-16 yang diterbangkan oleh Angkatan Udara Irak dan telah berulang kali menjadi sasaran tembakan roket.

Tingginya intensitas serangan membuat perusahaan AS lain, Lockheed Martin, menarik stafnya dari pangkalan udara tersebut bulan lalu.

Dalam serangkaian serangan yang telah terjadi, setidaknya tiga subkontraktor asing dan satu subkontraktor Irak terluka dalam serangan di Balad.

Baca Juga: Suriah kembali mencegat serangan rudal Israel di Damaskus

Dilansir dari Reuters, roket juga menghantam dekat pangkalan militer di Bandara Internasional Baghdad. Setelah serangan itu, setidaknya satu roket menghantam pangkalan yang digunakan pesawat militer AS.

Laporan menyebutkan, serangan itu dilakukan dengan pesawat tak berawak, teknik yang semakin banyak digunakan oleh kelompok-kelompok pro-Iran.

AS telah secara rutin menyalahkan kelompok milisi yang didukung Iran terkait serangan semacam itu. Tidak hanya fasilitas militer, serangan juga kerap menargetkan kompleks kedutaan AS di Baghdad.

Pasukan AS sampai saat ini masih berada di Irak sebagai bagian dari koalisi militer yang dibentuk untuk memerangi kelompok ISIS. Pada 2017, pemerintah Irak bahkan menyatakan telah berhasil memenangkan perang tersebut.

Bagi AS, serangan roket yang kerap diluncurkan merupakan cara untuk menekan mereka agar segera menarik semua personelnya. Kelompok-kelompok pro-Iran menilai pasukan AS sebagai "kekuatan pendudukan".

Selanjutnya: Beri peringatan kepada Iran, sepasang pembom B-52s AS terbang di Timur Tengah




TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Maximizing Leadership Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale

[X]
×