kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.783   3,00   0,02%
  • IDX 8.079   -43,28   -0,53%
  • KOMPAS100 1.134   -2,55   -0,22%
  • LQ45 824   0,37   0,04%
  • ISSI 285   -4,14   -1,43%
  • IDX30 430   -0,20   -0,05%
  • IDXHIDIV20 515   0,52   0,10%
  • IDX80 127   -0,03   -0,02%
  • IDXV30 141   -0,14   -0,10%
  • IDXQ30 139   -0,35   -0,25%

Mata Uang Rial Iran Setara Nol di Eropa, Ini 5 Penyebab Utama Krisis


Rabu, 14 Januari 2026 / 05:09 WIB
Mata Uang Rial Iran Setara Nol di Eropa, Ini 5 Penyebab Utama Krisis
ILUSTRASI. Nilai rial Iran dilaporkan jatuh hingga nol terhadap euro, tak bisa ditukarkan di 27 negara UE. Ketahui 5 faktor pemicu anjloknya mata uang Iran. (AFPOST/AFPOST)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Iran saat ini tengah menghadapi krisis ekonomi yang sangat serius, bersamaan dengan meningkatnya gejolak politik. Pukulan terberat datang dari mata uang nasionalnya, rial, yang praktis kehilangan nilai di Eropa. 

Melansir Sunday Guardian Live, nilai tukar rial dilaporkan jatuh hingga nol terhadap euro, sehingga mata uang ini tak lagi bisa ditukarkan di negara-negara Eropa. Kondisi ini semakin mengisolasi Iran dari sistem keuangan global.

Di dalam negeri, situasinya tak kalah buruk. Warga semakin kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari akibat melonjaknya harga dan merosotnya daya beli.

Krisis ekonomi yang parah ini memicu gelombang protes besar di berbagai wilayah Iran. Para demonstran kini secara terbuka menuntut perubahan dalam tata kelola pemerintahan.

Aksi protes mulai pecah pada 28 Desember, dipelopori para pedagang dan pelaku usaha yang turun ke jalan memprotes melemahnya ekonomi, inflasi yang meroket, serta anjloknya nilai rial. Kejatuhan mata uang ini terbilang ekstrem. Terhadap rupee India, nilai rial kini hanya sekitar 0,000091 paise, sementara terhadap dolar AS turun hingga sekitar 0,0000010 sen.

Yang paling mencolok, nilai rial terhadap euro dilaporkan menjadi nol. Artinya, mata uang Iran tersebut tidak lagi diterima atau dapat ditukarkan di seluruh 27 negara anggota Uni Eropa.

Benarkah Mata Uang Iran Kolaps?

Meski sejumlah laporan menyebut rial telah “kolaps”, para ahli menilai sebuah mata uang sebenarnya tidak pernah benar-benar bernilai nol selama suatu negara masih berfungsi. Yang terjadi di Iran lebih mencerminkan anjloknya daya beli secara drastis, depresiasi ekstrem, serta potensi redenominasi.

Pada Oktober 2025, parlemen Iran menyetujui rencana penghapusan empat nol dari mata uang rial. Proses ini dirancang melalui masa persiapan dua tahun, lalu dilanjutkan dengan masa transisi tiga tahun, di mana uang lama dan uang baru akan beredar bersamaan.

Baca Juga: Anggur Alami Semakin Diminati di Pasar Global, Penggemar Wine Perlu Coba

Analis menilai langkah ini hanya bersifat “reset” sementara agar nilai nominal mata uang lebih mudah digunakan secara administratif. Namun, kebijakan tersebut tidak menyentuh akar masalah ekonomi Iran, seperti inflasi tinggi, pertumbuhan ekonomi yang lemah, dan terbatasnya akses terhadap valuta asing.

Lima Faktor Utama Penyebab Anjloknya Nilai Rial

Pertama, sanksi Amerika Serikat dan internasional yang membatasi akses Iran terhadap dolar, terutama dari ekspor minyak, sehingga tekanan terhadap rial semakin besar.

Kedua, inflasi yang sangat tinggi. Pada Desember 2025, harga konsumen tercatat naik 42,5%. Kondisi ini mendorong masyarakat menghindari menyimpan uang tunai dan beralih ke mata uang asing, emas, atau barang kebutuhan pokok.

Ketiga, lemahnya pertumbuhan ekonomi. Produk domestik bruto (PDB) Iran menyusut 1,7% sepanjang 2025 dan diperkirakan kembali terkontraksi pada 2026, sehingga menggerus penerimaan negara dan stabilitas fiskal.

Keempat, perubahan kebijakan ekonomi. Aturan baru yang mewajibkan importir membeli valuta asing dengan kurs pasar terbuka langsung meningkatkan permintaan dolar dalam waktu singkat.

Baca Juga: Ikuti Strategi Labubu, Jualan Panci Pun Kini Memakai Strategi Blind Box

Kelima, ketidakstabilan politik. Aksi protes berkepanjangan terhadap kepemimpinan ulama dan buruknya pengelolaan ekonomi menambah “premi risiko”, yang makin mempercepat pelemahan mata uang.




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×