kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.752   18,00   0,10%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Media Jerman: Langkah ECB bisa hancurkan Euro


Jumat, 07 September 2012 / 16:05 WIB
ILUSTRASI. Manajemen Mayora Indah (MYOR) akan bagi dividen, ini besarannya


Reporter: Rika Theo, Reuters |

BERLIN. Media-media konservatif Jerman langsung bereaksi keras mengritik keputusan ECB untuk membeli surat utang negara yang terpukul krisis di Eropa. Mario Draghi disebut sudah menulis cek kosong dengan euro sebagai taruhannya.

Media Jerman banyak yang mengambil sikap skeptis setelah krisis utang euro berlangsung selama tiga tahun. Tapi bagi mereka, kali ini langkah ECB sudah kelewatan.

Tabloid terlaris di Jerman Bild menulis di halaman depan, “Bantuan tanpa akhir bagi negara-negara yang tertimpa krisis.” Artikelnya menegaskan bahwa kebijakan Draghi membahayakan independensi ECB. Bild mengutip politisi Jerman yang menyatakan ECB telah melangkah melampaui mandatnya yang hanya sebatas menjaga stabilitas mata uang.

“ECB membunyikan alarm Jerman,” tulis headline harian Die Welt.

Koran bisnis terbesar Jerman Handelsblatt yang sering menyuarakan kekhawatiran soal beban finansial dari bailout bagi pembayar pajak Jerman, memuat cerita utama berjudul, “Kenaikan, kejatuhan, dan kebangkitan Bundesbank.” Koran ini menyuarakan peringatan pimpinan Bundesbank Jens Weidmann yang menentang rencana Draghi.

Harian Frankfurter Allgemeine Zeitung, yang menjadi corong para pendukung kebijakan moneter ketat Jerman, menulis bahwa batas antara kebijakan fiskal dan moneter telah kabur. Mereka menyebut argumen bahwa pembelian obligasi masuk mandat ECB sudah terlalu jauh.

Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan, penggunaan kebijakan moneter untuk memecahkan problem fiskal tak dapat menjadi solusi permanen.




TERBARU

[X]
×