kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Media Jerman: Langkah ECB bisa hancurkan Euro


Jumat, 07 September 2012 / 16:05 WIB
Media Jerman: Langkah ECB bisa hancurkan Euro
ILUSTRASI. Manajemen Mayora Indah (MYOR) akan bagi dividen, ini besarannya


Reporter: Rika Theo, Reuters |

BERLIN. Media-media konservatif Jerman langsung bereaksi keras mengritik keputusan ECB untuk membeli surat utang negara yang terpukul krisis di Eropa. Mario Draghi disebut sudah menulis cek kosong dengan euro sebagai taruhannya.

Media Jerman banyak yang mengambil sikap skeptis setelah krisis utang euro berlangsung selama tiga tahun. Tapi bagi mereka, kali ini langkah ECB sudah kelewatan.

Tabloid terlaris di Jerman Bild menulis di halaman depan, “Bantuan tanpa akhir bagi negara-negara yang tertimpa krisis.” Artikelnya menegaskan bahwa kebijakan Draghi membahayakan independensi ECB. Bild mengutip politisi Jerman yang menyatakan ECB telah melangkah melampaui mandatnya yang hanya sebatas menjaga stabilitas mata uang.

“ECB membunyikan alarm Jerman,” tulis headline harian Die Welt.

Koran bisnis terbesar Jerman Handelsblatt yang sering menyuarakan kekhawatiran soal beban finansial dari bailout bagi pembayar pajak Jerman, memuat cerita utama berjudul, “Kenaikan, kejatuhan, dan kebangkitan Bundesbank.” Koran ini menyuarakan peringatan pimpinan Bundesbank Jens Weidmann yang menentang rencana Draghi.

Harian Frankfurter Allgemeine Zeitung, yang menjadi corong para pendukung kebijakan moneter ketat Jerman, menulis bahwa batas antara kebijakan fiskal dan moneter telah kabur. Mereka menyebut argumen bahwa pembelian obligasi masuk mandat ECB sudah terlalu jauh.

Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan, penggunaan kebijakan moneter untuk memecahkan problem fiskal tak dapat menjadi solusi permanen.




TERBARU

[X]
×