kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Media Sosial China Sorot Penangkapan Maduro oleh Trump, Bisa Jadi Contoh untuk Taiwan


Selasa, 06 Januari 2026 / 10:16 WIB
Media Sosial China Sorot Penangkapan Maduro oleh Trump, Bisa Jadi Contoh untuk Taiwan
ILUSTRASI. Ilustrasi bendera Taiwan dan China (Dado Ruvic/Illustration/REUTERS). Operasi Presiden AS Donald Trump yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro memicu perbincangan luas di media sosial China.


Sumber: The Straits Times | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Operasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro memicu perbincangan luas di media sosial China. 

Sejumlah warganet China bahkan menyebut langkah AS itu sebagai “contoh” atau pola yang bisa diterapkan Beijing dalam menangani Taiwan.

Topik penangkapan Maduro melonjak ke jajaran teratas di platform Weibo pada 3 Januari 2026, dengan lebih dari 440 juta tayangan. 

Banyak komentar di media sosial tersebut mengaitkan nasib Venezuela dengan Taiwan, pulau yang berpemerintahan sendiri namun diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya.

Baca Juga: Bukan Youtube atau Instagram, Inilah Media Sosial Paling Populer di Indonesia

“Saya sarankan cara yang sama digunakan untuk merebut kembali Taiwan di masa depan,” tulis seorang pengguna Weibo yang mendapat ratusan tanda suka. 

Komentar lain menyebut, jika AS tidak menghormati hukum internasional, China juga tidak perlu terikat padanya. 

Ada pula unggahan bernada keras yang menyebut operasi kilat AS di Venezuela sebagai “cetak biru sempurna” untuk menyerang Taiwan dan menangkap Presiden Taiwan Lai Ching-te.

Menanggapi kejadian tersebut, Kementerian Luar Negeri China mendesak AS segera membebaskan Maduro dan istrinya serta menjamin keselamatan mereka. 

Beijing menilai operasi AS jelas melanggar hukum internasional, norma hubungan antarnegara, serta prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. 

Baca Juga: Viral di Media Sosial, Ini Arti Kata Rojali dan Rohana

Sebelumnya, China juga menyatakan “sangat terkejut” atas penggunaan kekuatan secara terang-terangan terhadap negara berdaulat.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Taiwan menyatakan pihaknya “memantau dengan cermat” situasi di Venezuela. Taipei menegaskan akan bekerja sama dengan AS dan negara-negara demokratis lainnya untuk menjaga keamanan dan stabilitas regional maupun global.

Presiden China Xi Jinping dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan tekanan militer terhadap Taiwan, termasuk dengan menggelar latihan tembak langsung di sekitar pulau tersebut. 

Namun hingga kini Beijing masih menghindari penggunaan kekuatan terbuka, dan lebih memilih tekanan non-militer serta upaya diplomatik untuk mengisolasi Taiwan di panggung internasional.

Baca Juga: Mengenal 5 Jenis Newsfluencer, Wajah Baru Pemberitaan di Era Media Sosial

Para analis menilai luapan sentimen nasionalis di media sosial China tidak serta-merta mengubah strategi Beijing terhadap Taiwan. Namun, langkah Trump di Venezuela dinilai dapat membuka ruang bagi China untuk meningkatkan sikap agresif di kawasan.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×