kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Mencari nama resmi yang tepat untuk virus corona baru


Rabu, 05 Februari 2020 / 18:07 WIB
ILUSTRASI. Warga melintas di depan videotron sosialisasi pencegahan virus corona di Rumah Sakit Eka Hospital, Cibubur, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2/2020).


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Pedoman WHO tentang penamaan penyakit menular manusia menetapkan, nama tersebut tidak boleh mencakup lokasi geografis, seperti kota, negara, wilayah, atau benua. Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS), flu Spanyol, dan ensefalitis Jepang sebagai contoh yang harus dihindari.

Nama penyakit juga harus bukan nama orang, spesies, hewan, atau makanan. Sebab, nama-nama tersebut bisa memicu ketakutan yang tidak semestinya serta referensi budaya, populasi, industri, atau pekerjaan.

Baca Juga: Gadis cilik berusia 4 tahun jadi pasien virus corona pertama yang sembuh di Malaysia

Pedoman WHO juga menyarankan, nama penyakit bisa mencakup istilah gejala generik deskriptif serta deskriptif spesifik, misalnya, kelompok umur, perjalanan waktu, tingkat keparahan, musiman, dan lingkungan.

Seorang profesor virologi yang bergabung di kelompok studi ICTV yang telah memutuskan nama baru untuk virus corona mengatakan kepada BBC, timnya mulai membahas pemberian nama untuk virus yang muncul pertama kali di Kota Wuhan China itu sekitar dua minggu lalu.

Tim tersebut sudah mengirimkan nama itu ke jurnal ilmiah untuk diterbitkan, dan berharap bisa mengumumkannya dalam beberapa hari ke depan.




TERBARU

[X]
×