kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.330
  • EMAS679.000 -0,29%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Mengandalkan inovasi dan kualitas sepatu (2)

Rabu, 20 April 2016 / 13:54 WIB

Mengandalkan inovasi dan kualitas sepatu (2)

Perubahan selera konsumen yang cepat memaksa produsen untuk terus berinovasi. Peka melihat kebutuhan pasar, Jim Davis tengah mematangkan rencana agar bisa memproduksi sepatu kustom sesuai dengan keinginan konsumen, dalam tempo beberapa hari saja. Prinsip Jim, fokus memenuhi selera konsumen dan tidak mengekor kompetitor, merupakan strategi New Balance untuk bisa tampil beda di antara Nike, Reebok dan Adidas. Dus, New Balance menguasai 11% pangsa pasar.

James "Jim" Davis paham betul tentang sengitnya persaingan bisnis di sepatu olahraga. Tapi, seiring berjalannya waktu, Jim berhasil membuktikan kepiawaiannya menyulap New Balance menjadi salah satu merek sepatu olahraga yang disegani.


Di masa awal mengembangkan bisnisnya, pria pencinta band The Rolling Stones ini kesulitan mencari orang yang memiliki potensi mumpuni sebagai tim inti. Atas dasar itulah, Jim menyadari bahwa tim yang loyal dan hebat merupakan aset paling berharga.

Tak cuma menghormati jajaran eksekutif, Jim juga dikenal sebagai CEO yang menaruh apresiasi tinggi terhadap karyawan level bawah, khususnya para buruh pabrik. Jim selalu membuat aturan yang bisa memberikan kenyamanan bagi para pekerja.

“Penting untuk menganggap bahwa pekerja di pabrik tidak berbeda dengan orang yang duduk di kantor dengan jabatan yang tinggi,” kata Jim seperti dikutip Sports Business Daily.

Selain menempatkan karyawan sebagai aset, Jim juga terus berinovasi. Inovasi terbaru New Balance adalah memproduksi sepatu kustom sesuai keinginan pelanggan dalam waktu kurang dari sepekan. Jadi, pembeli bisa mendapatkan sepatu unik dalam waktu cepat dalam beberapa hari. “Ini akan memberikan keuntungan penjualan yang besar. Kami bahkan dapat meningkatkan produksi dalam negeri,” kata Jim.

Tidak cuma inovasi layanan, Jim juga terus meningkatkan kualitas produk. Boleh dibilang, pengguna New Balance adalah mereka yang memiliki loyalitas tinggi ketimbang merek sepatu olahraga lain.

Jim mengklaim, konsumen yang telah menggunakan New Balance jarang membeli merek pesaing. Salah satu kekuatan New Balance adalah desain yang tidak mengikuti tren umum.

Ketimbang para pesaingnya seperti Nike, Adidas dan Reebok yang menangkap peluang pasar di segmen fesyen, New Balance justru membidik segmen spesifik, yakni segmen olahraga lari. Menurut Jim, konsep sepatu lari New Balance sederhana namun tidak mudah untuk diwujudkan.

Kendati begitu, bukan berarti desain sepatu New Balance kuno. Jim tetap mengikuti perkembangan desain yang disesuaikan dengan tren fesyen. Namun Jim tidak ingin berpatokan pada desain para kompetitor.

Alasan Jim sederhana, yaitu fokus di pangsa pasar sendiri, sementara para pesaing saling mengejar satu sama lain. Bagi Jim, desain dan kualitas produk disesuaikan untuk memenuhi selera konsumen, bukan mengekor kompetitor.

Strategi lain, Jim lebih fokus mengincar pelanggan di usia muda dan konsumen yang aktif dalam bekerja. Berbagai strategi tersebut menolong New Balance untuk menguasai 11% dari total pasar sneakers.

Salah satu keunggulan lain New Balance adalah satu-satunya merek sepatu yang masih diproduksi di Amerika Serikat (AS). Keputusan memproduksi di AS tetap dipertahankan Jim agar New Balance tetap memiliki nuansa otentik khas AS sekaligus menyerap tenaga kerja domestik.

Di sisi lain, keputusan terebut membuat ongkos produksi menjadi lebih tinggi. Sebab, produsen sepatu olahraga lain sejak lama telah memindahkan produksi ke Asia dan sejumlah kawasan dengan ongkos yang murah.

"Tetap diproduksi di AS memberikan nilai tambah untuk New Balance," ujar Jim. Agar margin tetap legit, New Balance menerapkan berbagai langkah efisiensi.

New Balance mengadaptasi sistem pabrik otomotif Toyota agar bisa memproduksi sekaligus mendistribusikan sepatu dengan kualitas tinggi, proses lebih cepat dan efisien.                             

(Bersambung)


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0566 || diagnostic_web = 0.3959

Close [X]
×