kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.157   13,00   0,08%
  • IDX 7.624   -52,36   -0,68%
  • KOMPAS100 1.056   -6,56   -0,62%
  • LQ45 760   -4,37   -0,57%
  • ISSI 277   0,16   0,06%
  • IDX30 404   -2,51   -0,62%
  • IDXHIDIV20 489   -2,28   -0,46%
  • IDX80 118   -0,60   -0,51%
  • IDXV30 138   1,46   1,07%
  • IDXQ30 129   -0,80   -0,62%

Menkeu 10 Negara Peringatkan Konflik Timur Tengah Tekan Ekonomi Global dan Inflasi


Rabu, 15 April 2026 / 20:46 WIB
Menkeu 10 Negara Peringatkan Konflik Timur Tengah Tekan Ekonomi Global dan Inflasi
ILUSTRASI. Kekhawatiran global memuncak! Konflik Timur Tengah berpotensi ganggu rantai pasok dan stabilitas keuangan. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri keuangan dari lebih dari 10 negara memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah diperkirakan akan terus menekan pertumbuhan ekonomi global, inflasi, serta stabilitas pasar keuangan, bahkan jika konflik tersebut berhasil diselesaikan secara permanen.

Pernyataan bersama tersebut disampaikan di tengah pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington, dan dirilis oleh pemerintah Inggris pada Rabu (15/4).

Para menteri menilai bahwa eskalasi kembali konflik, perluasan perang, atau gangguan berkelanjutan di Selat Hormuz akan menimbulkan risiko serius terhadap keamanan energi global, rantai pasok, serta stabilitas ekonomi dan keuangan internasional.

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Pengiriman Via Selat Hormuz Tersendat Meski Ada Negosiasi AS-Iran

“Bahkan dengan penyelesaian konflik yang berkelanjutan, dampak terhadap pertumbuhan, inflasi, dan pasar akan tetap berlangsung,” demikian isi pernyataan tersebut.

Pernyataan ini ditandatangani oleh menteri keuangan dari Britania Raya, Australia, Jepang, Swedia, Belanda, Finlandia, Spanyol, Norwegia, Irlandia, Polandia, dan Selandia Baru. Negara-negara tersebut menyoroti bahwa ketidakpastian geopolitik telah menjadi faktor utama yang membebani prospek ekonomi global.

Risiko terhadap Energi dan Rantai Pasok Global

Para menteri menegaskan bahwa keterbatasan fiskal di banyak negara membuat kebijakan respons harus dilakukan secara hati-hati, terarah, dan hanya difokuskan pada kelompok yang paling membutuhkan bantuan.

Mereka juga menyerukan agar seluruh negara menghindari kebijakan proteksionis, termasuk pembatasan ekspor yang tidak diperlukan, penimbunan energi, serta hambatan perdagangan lainnya yang dapat memperburuk krisis pasokan, terutama pada komoditas hidrokarbon.

Gangguan di Selat Hormuz menjadi perhatian utama, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu rute pengiriman energi paling strategis di dunia, yang menghubungkan produsen minyak utama di Timur Tengah dengan pasar global.

Baca Juga: Donald Trump Minta Xi Jinping Tak Pasok Senjata ke Iran

Tekanan terhadap Inflasi Global

Ketidakpastian pasokan energi akibat konflik diperkirakan terus memberikan tekanan pada inflasi global. Lonjakan harga energi berpotensi memengaruhi biaya produksi, transportasi, dan konsumsi rumah tangga di berbagai negara.

Dengan latar belakang tersebut, para menteri keuangan menegaskan pentingnya koordinasi internasional untuk menjaga stabilitas ekonomi global di tengah meningkatnya risiko geopolitik.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×