Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves menyampaikan kekecewaan dan kemarahannya terhadap Amerika Serikat terkait penanganan konflik dengan Iran. Ia menilai Washington tidak memiliki rencana keluar (exit plan) maupun tujuan yang jelas dalam perang tersebut.
Dalam wawancara dengan media Inggris, Reeves menegaskan bahwa konflik tersebut bukanlah perang yang diinginkan oleh Inggris. Ia juga mengkritik keputusan AS yang dinilai terburu-buru tanpa strategi yang matang.
"Ini adalah perang yang tidak kami mulai. Ini adalah perang yang tidak kami inginkan. Saya merasa sangat frustrasi dan marah karena Amerika Serikat memasuki perang ini tanpa rencana keluar yang jelas, tanpa gagasan yang jelas tentang apa yang ingin mereka capai," ujar Reeves.
Baca Juga: Maskapai Eropa Desak Uni Eropa Ambil Langkah Darurat Imbas Perang Iran
Menurutnya, ketiadaan arah kebijakan yang jelas telah memperburuk situasi di kawasan, termasuk berdampak pada jalur energi global.
"Dan akibatnya, Selat Hormuz sekarang telah tertutup," tambahnya.
Penutupan Selat Hormuz—yang merupakan jalur utama distribusi sekitar 20% pasokan minyak dunia—telah memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas energi dan ekonomi.













