kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Menkeu Inggris Kritik Keras Strategi Perang AS, Tidak Ada Exit Plan Jelas


Selasa, 14 April 2026 / 16:41 WIB
Menkeu Inggris Kritik Keras Strategi Perang AS, Tidak Ada Exit Plan Jelas
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Inggris marah besar pada AS. Konflik Iran disebut tanpa exit plan, memperburuk situasi kawasan. Simak kekhawatiran globalnya! (REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves menyampaikan kekecewaan dan kemarahannya terhadap Amerika Serikat terkait penanganan konflik dengan Iran. Ia menilai Washington tidak memiliki rencana keluar (exit plan) maupun tujuan yang jelas dalam perang tersebut.

Dalam wawancara dengan media Inggris, Reeves menegaskan bahwa konflik tersebut bukanlah perang yang diinginkan oleh Inggris. Ia juga mengkritik keputusan AS yang dinilai terburu-buru tanpa strategi yang matang.

"Ini adalah perang yang tidak kami mulai. Ini adalah perang yang tidak kami inginkan. Saya merasa sangat frustrasi dan marah karena Amerika Serikat memasuki perang ini tanpa rencana keluar yang jelas, tanpa gagasan yang jelas tentang apa yang ingin mereka capai," ujar Reeves.

Baca Juga: Maskapai Eropa Desak Uni Eropa Ambil Langkah Darurat Imbas Perang Iran

Menurutnya, ketiadaan arah kebijakan yang jelas telah memperburuk situasi di kawasan, termasuk berdampak pada jalur energi global.

"Dan akibatnya, Selat Hormuz sekarang telah tertutup," tambahnya.

Penutupan Selat Hormuz—yang merupakan jalur utama distribusi sekitar 20% pasokan minyak dunia—telah memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas energi dan ekonomi.


Tag


TERBARU

[X]
×