kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Menteri Israel memperingatkan akan terjadinya perang jika Biden menang


Minggu, 08 November 2020 / 13:29 WIB
ILUSTRASI. Joe Biden dan Kamala Harris. REUTERS/Jonathan Ernst TPX IMAGES OF THE DAY


Sumber: Arab News | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Posisi kandidat presiden demokratik Joe Biden dalam kesepakatan Iran dapat mengarah pada "konfrontasi dengan kekerasan" antara kedua negara, harian lokal The Jerusalem Post melaporkan, mengutip seorang menteri Israel.

"Biden telah lama mengatakan secara terbuka bahwa dia akan kembali ke perjanjian nuklir," kata Menteri Pemukiman Tzachi Hanegbi.

Hanegbi mengatakan sebagian besar orang Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, melihat kesepakatan 2015 sebagai "salah dan itu meremehkan."

"Jika Biden tetap dengan kebijakan itu, pada akhirnya akan ada konfrontasi dengan kekerasan antara Israel dan Iran," katanya.

Baca Juga: AS segera jual senjata ke Uni Emirat Arab senilai US$ 10 miliar

Tetapi menteri Israel lainnya memiliki pendapat berbeda tentang kemungkinan kemenangan Biden.

Ketua Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset Zvi Hauser mengatakan dia mengetahui sikap Biden selama masa jabatannya sebagai wakil presiden AS, menyebutnya sebagai "teman sejati Israel."

"Saya berasumsi bahwa bahkan jika Kesepakatan Iran diperbarui ... itu akan lebih baik daripada yang sebelumnya," tambahnya.

Selanjutnya: Ini jaminan AS ke Israel setelah mempercepat penjualan jet tempur F-35 ke UEA




TERBARU

[X]
×