kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.061   -27,00   -0,15%
  • IDX 6.071   29,02   0,48%
  • KOMPAS100 797   7,15   0,91%
  • LQ45 605   5,52   0,92%
  • ISSI 210   0,20   0,09%
  • IDX30 341   2,62   0,77%
  • IDXHIDIV20 425   2,88   0,68%
  • IDX80 91   0,89   0,98%
  • IDXV30 116   0,93   0,80%
  • IDXQ30 110   0,83   0,77%

Messi Pimpin Kebangkitan Argentina, Inggris Tersingkir Secara Dramatis


Kamis, 16 Juli 2026 / 11:00 WIB
Messi Pimpin Kebangkitan Argentina, Inggris Tersingkir Secara Dramatis
Piala Dunia - Lionel Messi (IMAGN IMAGES via Reuters/NATHAN RAY SEEBECK)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  Lionel Messi kembali menjadi pembeda saat membawa Argentina melaju ke final Piala Dunia setelah membalikkan keadaan dan mengalahkan Inggris 2-1 pada semifinal yang berlangsung di Stadion Atlanta, Rabu (16/7/2026).

Dua assist dari sang kapten mengantarkan Albiceleste mencetak dua gol di menit-menit akhir sekaligus memperpanjang penantian panjang Inggris untuk kembali tampil di final.

Inggris sebenarnya berada di atas angin setelah Anthony Gordon membawa timnya unggul 1-0 pada menit ke-55. Gol itu lahir melalui kerja sama apik Morgan Rogers dan Declan Rice yang membuka ruang bagi Gordon untuk menaklukkan kiper Emiliano Martinez.

Keunggulan tersebut bertahan hingga memasuki lima menit terakhir pertandingan. Namun, Argentina yang terus menekan akhirnya mampu membalikkan keadaan.

Baca Juga: Argentina Berhasil Singkirkan Inggris, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia

Enzo Fernandez menyamakan kedudukan pada menit ke-85 setelah memanfaatkan umpan Lionel Messi.

Memasuki masa injury time, tepatnya menit ke-92, Lautaro Martinez menyundul umpan Messi menjadi gol kemenangan yang memastikan Argentina menang 2-1.

Hasil itu membawa Argentina lolos ke final Piala Dunia untuk ketujuh kalinya sepanjang sejarah. Juara dunia tiga kali tersebut akan menghadapi Spanyol pada laga puncak yang digelar Minggu di East Rutherford, New Jersey.

"Semua orang seharusnya berterima kasih kepada para pemain. Tim ini benar-benar istimewa," kata pelatih Argentina Lionel Scaloni.

Messi yang kini berusia 39 tahun memang hanya melepaskan satu tembakan sepanjang pertandingan. Namun, dua assist yang dicatatkannya menjadi penentu kemenangan Argentina.

Kapten Albiceleste kini telah mengoleksi delapan gol dan empat assist sepanjang turnamen.

Tambahan dua assist pada laga semifinal juga membuat Messi mencatatkan rekor 12 assist sepanjang kariernya di ajang Piala Dunia.

Baca Juga: Argentina Bangkit Dramatis, Scaloni: Tim Kami Bermain Baik Saat Tertekan

Sepanjang lebih dari 80 menit pertandingan, Inggris tampil disiplin dan mampu meredam serangan Argentina.

Babak pertama bahkan berakhir tanpa satu pun tembakan tepat sasaran dari kedua tim, sesuatu yang terakhir kali terjadi pada semifinal Piala Dunia edisi 1966.

Inggris nyaris mempertahankan keunggulan berkat sejumlah penyelamatan penting Jordan Pickford. Kiper Everton itu menggagalkan peluang Alexis Mac Allister pada menit ke-76, sementara tembakan Julian Alvarez dan sejumlah peluang Argentina lainnya juga berhasil diredam.

Namun, tekanan tanpa henti Argentina akhirnya mematahkan pertahanan The Three Lions di penghujung laga.

Pelatih Inggris Thomas Tuchel mengakui timnya kehilangan kendali setelah unggul.

"Kami sangat dekat, tetapi setelah mencetak gol kami menjadi pasif," ujarnya.

Baca Juga: Pemain Argentina Angkat Spanduk Malvinas Usai Kalahkan Inggris, Langgar Aturan FIFA?

Kiper Jordan Pickford juga mengungkapkan kekecewaannya setelah Inggris kembali gagal menembus final Piala Dunia.

"Sangat menyakitkan. Di turnamen seperti ini, perbedaannya memang sangat tipis," kata Pickford.

Secara statistik, Argentina tampil lebih dominan dengan melepaskan 15 percobaan ke gawang, sementara Inggris hanya mencatatkan lima tembakan.

Kemenangan ini memperpanjang kiprah impresif Argentina di bawah asuhan Scaloni sekaligus membuka peluang meraih gelar juara dunia keempat.

Sementara itu, Inggris harus kembali menunda ambisi mengakhiri penantian panjang untuk kembali tampil di final Piala Dunia dan akan menghadapi Prancis dalam perebutan tempat ketiga.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×