Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Tim nasional Inggris menegaskan tetap fokus menghadapi Argentina pada semifinal Piala Dunia, Rabu (15/7/2026), dengan mengabaikan berbagai spekulasi yang berkembang di luar lapangan.
Bek Inggris Ezri Konsa mengatakan pemberitaan dan spekulasi dari media merupakan hal yang biasa dialami para pemain.
Baca Juga: Indeks Nikkei Jepang Menguat: Saham Chip & Keuangan Jadi Penopang Utama.
Namun, menurutnya, skuad The Three Lions tidak membiarkan hal tersebut mengganggu persiapan menghadapi juara bertahan.
Inggris memastikan tempat di semifinal setelah mengalahkan Norwegia 2-1 melalui babak perpanjangan waktu.
Seusai laga itu, muncul sorotan mengenai perbedaan pandangan antara pelatih Thomas Tuchel dan gelandang Jude Bellingham.
Tuchel mengaku kurang puas dengan penampilan tim, sementara Bellingham, yang mencetak dua gol kemenangan Inggris, mempertanyakan apakah sang pelatih memahami sulitnya bermain dalam kondisi pertandingan tersebut dan menghadapi lawan yang kuat.
"Saya rasa bagi kami, selalu akan ada suara-suara dari luar. Namun, kami harus bisa mengabaikannya. Kami sudah lama berada di dunia sepak bola dan memahami semua itu," kata Konsa kepada wartawan, Selasa (14/7).
"Kami memiliki kelompok yang sangat solid. Kami semua bersatu dan tidak ada masalah di dalam tim," tambahnya.
Baca Juga: Jepang Akan Mengakui Mata Uang Kripto Sebagai 'Aset Keuangan'
Senada dengan Konsa, bek Marc Guehi memuji kepemimpinan Tuchel yang dinilai berhasil membangun kekompakan skuad Inggris.
"Dia membawa banyak energi, baik di dalam maupun di luar lapangan," ujar Guehi.
"Saya pikir dia berhasil menciptakan tim yang memiliki kebersamaan dan keyakinan yang kuat terhadap apa yang sedang kami lakukan. Semua pemain berada di belakangnya."
Menurut Guehi, kemenangan atas Norwegia justru semakin mempererat hubungan antarpemain.
"Sejujurnya, saya rasa belum pernah ada momen ketika kami sekompak sekarang. Setelah pertandingan itu, saya pikir semua orang menjadi semakin bersatu," katanya.
Ketika mendapat informasi mengenai pujian para pemain terhadap kekompakan tim, Tuchel mengatakan dirinya hanya berusaha mengingatkan para pemain bahwa sepak bola pada akhirnya merupakan permainan kolektif.
"Saya hanya memperkuat keyakinan bahwa pada dasarnya sepak bola adalah tentang kebersamaan dan kerja tim," kata Tuchel.
Baca Juga: Bursa Global Bergerak Stabil, Reli Saham AI Redam Dampak Lonjakan Harga Minyak
Menurut pelatih asal Jerman itu, semangat kolektif juga terlihat di banyak tim peserta Piala Dunia.
"Saya rasa bukan hanya kami. Seluruh turnamen ini menunjukkan bahwa para pemain bintang tetap berkomitmen kepada tim, semangat kebersamaan, dan bermain untuk negara mereka."
"Itu adalah mentalitas yang luar biasa. Tim ini benar-benar siap memberikan segalanya di setiap pertandingan dan tidak pernah menyerah. Itulah karakter utama tim kami dan saya sangat bangga dengan hal tersebut," ujarnya.
Apabila berhasil mengalahkan Argentina, Inggris akan menghadapi Spanyol di partai final. Duel tersebut akan menjadi ulangan final Euro 2024 yang dimenangi Spanyol.
Spanyol memastikan tiket ke final setelah mengalahkan Prancis 2-0 pada semifinal yang berlangsung Selasa (14/7), sementara skuad Inggris sedang dalam perjalanan dari markas mereka di Kansas menuju Atlanta.
Baca Juga: Bursa Asia Menguat Rabu (15/7), KOSPI Korea Selatan Naik 6% Usai Inflasi AS Melandai
Saat ditanya apakah sempat menyaksikan pertandingan Spanyol melawan Prancis, Guehi menjawab singkat sambil tersenyum.
"Tidak, saya tidak menontonnya. Saya sedang tidur di pesawat," katanya.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
