kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Bursa Global Bergerak Stabil, Reli Saham AI Redam Dampak Lonjakan Harga Minyak


Rabu, 15 Juli 2026 / 16:53 WIB
Bursa Global Bergerak Stabil, Reli Saham AI Redam Dampak Lonjakan Harga Minyak
ILUSTRASI. Bursa Global - Saham Jerman (REUTERS/Staff)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham global bergerak stabil pada perdagangan Rabu (15/7/2026), didukung oleh kuatnya kinerja saham-saham teknologi setelah produsen peralatan chip ASML membukukan laba di atas ekspektasi.

Namun, penguatan pasar tertahan oleh lonjakan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Baca Juga: Hang Seng Naik ke Level Tertinggi Sebulan, Saham China Terbebani Sektor Semikonduktor

Melansir Reuters, Indeks pan-Eropa STOXX 600 melemah tipis 0,05% pada pukul 08.49 GMT, setelah sehari sebelumnya menguat berkat data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan.

Data tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed), sehingga menekan dolar AS dan imbal hasil obligasi.

Sebaliknya, pasar saham yang didominasi sektor teknologi mencatat kinerja lebih baik. Kontrak berjangka Nasdaq naik 0,5%, sementara indeks KOSPI Korea Selatan melonjak 6,2% dan Nikkei Jepang menguat 1,5%.

"Perbedaan kinerja antara pasar AS dan Eropa terutama didorong oleh saham-saham teknologi yang kembali mengungguli pasar. Hasil kinerja ASML juga sangat positif," kata Senior Analyst Swissquote, Ipek Ozkardeskaya.

ASML, pemasok peralatan pembuat chip terbesar di dunia, menaikkan proyeksi kinerja 2026 sekaligus mengumumkan rencana ekspansi kapasitas produksi setelah permintaan yang didorong perkembangan kecerdasan buatan (AI) mengangkat laba kuartalannya melampaui ekspektasi.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Rabu (15/7), KOSPI Korea Selatan Naik 6% Usai Inflasi AS Melandai

Saham ASML sempat melonjak hingga 8% di Amsterdam, sekaligus mengangkat saham-saham terkait AI setelah sebelumnya sektor tersebut sempat tertekan akibat kekhawatiran tingginya valuasi dan besarnya belanja AI.

Indeks MSCI World Price naik kurang dari 0,1%.

Inflasi AS Redakan Tekanan Suku Bunga

Data inflasi AS yang dirilis Selasa (14/7) menunjukkan, indeks harga konsumen (CPI) turun 0,4% pada Juni, penurunan bulanan pertama sejak pandemi Covid-19. Sementara inflasi inti tercatat stagnan.

Data tersebut mendorong pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Euro tetap bertahan di atas level US$ 1,14, sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun naik tipis menjadi 4,2%, namun masih sekitar 9 basis poin di bawah puncak 17 bulan yang tercatat sehari sebelumnya.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Warga China Beralih Gunakan Taksi Listrik dan Ride-Hailing

Analis J.P. Morgan menilai data inflasi tersebut menjadi kabar yang sangat positif bagi pasar.

"Data ini seharusnya menghilangkan kekhawatiran kenaikan suku bunga pada Juli dan juga mengurangi risiko kenaikan pada September. Kondisi ini membuka peluang bagi pasar untuk terus menguat," tulis J.P. Morgan dalam risetnya.

Meski demikian, optimisme investor sedikit tertahan setelah Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa satu data inflasi yang lebih baik belum cukup untuk memastikan tekanan harga telah benar-benar mereda.

Investor kini menanti kesaksian lanjutan Warsh di Kongres, data Indeks Harga Produsen (PPI) AS, serta laporan Beige Book The Fed yang akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.

Baca Juga: Iran Ancam Tutup Jalur Pelayaran Vital Lebih Banyak setelah Blokade AS Diperketat

Harga Minyak Naik, China Jadi Sorotan

Di pasar komoditas, harga minyak melanjutkan kenaikan setelah Presiden AS Donald Trump kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara Teheran melancarkan serangan terhadap infrastruktur AS di kawasan Teluk.

Harga minyak Brent naik 0,7% menjadi US$ 85,31 per barel.

Sementara itu, data ekonomi China menunjukkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) melambat menjadi 4,3% pada kuartal II 2026, lebih rendah dari ekspektasi pasar akibat lemahnya permintaan domestik.

Meski demikian, kenaikan penjualan ritel pada Juni serta harapan akan adanya stimulus lanjutan dari pemerintah China memberikan sentimen positif bagi investor.

Baca Juga: Cetak Kinerja Fantastis, ASML Mengerek Naik Proyeksi Pendapatan dan Laba 2026

Ekonom UOB Woei Chen Ho memperkirakan, pemerintah China tidak akan mengeluarkan stimulus besar-besaran, tetapi tetap akan meluncurkan kebijakan yang lebih terarah untuk menopang sektor-sektor yang masih lemah.

Di pasar logam mulia, harga emas spot turun 0,7% menjadi US$ 4.023,70 per ons troi setelah melonjak lebih dari 2% pada perdagangan sebelumnya.

Kenaikan harga minyak kembali memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi sehingga membatasi minat investor terhadap emas.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×