Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham China ditutup melemah pada perdagangan Rabu (15/7/2026) akibat aksi ambil untung pada saham-saham semikonduktor.
Di sisi lain, bursa Hong Kong justru menguat ke level tertinggi dalam satu bulan berkat kenaikan saham-saham teknologi.
Baca Juga: Bursa Asia Menguat Rabu (15/7), KOSPI Korea Selatan Naik 6% Usai Inflasi AS Melandai
Melansir Reuters, Indeks CSI 300 yang berisi saham-saham unggulan China turun 0,2%, sedangkan Indeks Shanghai Composite melemah 0,3%.
Sebaliknya, Indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,4% dan ditutup di level tertinggi dalam sebulan.
Sentimen pasar dipengaruhi oleh data yang menunjukkan ekonomi China hanya tumbuh 4,3% secara tahunan pada kuartal II 2026, lebih rendah dari perkiraan analis.
Perlambatan tersebut terjadi karena lemahnya permintaan domestik serta dampak lonjakan harga minyak akibat konflik Iran, meskipun produksi industri dan ekspor masih menunjukkan ketahanan.
Baca Juga: Harga BBM Naik, Warga China Beralih Gunakan Taksi Listrik dan Ride-Hailing
Dalam beberapa bulan terakhir, pasar saham domestik China menunjukkan pergerakan yang semakin berbeda antara sektor tradisional dan sektor teknologi.
Saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) dan rantai pasok semikonduktor cenderung melemah, sementara sektor konsumsi dan keuangan justru menarik minat investor.
Indeks STAR50 yang berisi saham-saham teknologi turun tajam 4,3% karena investor memilih merealisasikan keuntungan menjelang penawaran umum perdana saham (IPO) terbesar di Asia sepanjang tahun ini.
Produsen chip memori ChangXin Memory Technologies (CXMT) diperkirakan akan menghimpun dana sekitar 57,9 miliar yuan atau sekitar US$ 8,55 miliar melalui IPO di Bursa Shanghai sebelum opsi penjatahan lebih (overallotment) dijalankan.
Di sisi lain, saham-saham sektor konsumsi pokok di China melonjak 3,7% setelah data menunjukkan penjualan ritel tumbuh 1% pada Juni.
Baca Juga: Reli Harga Minyak Terus Berlanjut, Seiring Memburuknya Permusuhan di Timur Tengah
Saham sektor properti juga menguat 4,1%.
Di Hong Kong, saham-saham emiten teknologi berkapitalisasi besar naik 1,3%, menjadi pendorong utama kenaikan Indeks Hang Seng ke level tertinggi dalam satu bulan.
Analis UBS menilai investor Eropa masih menunjukkan minat yang kuat terhadap saham-saham China.
Tema kecerdasan buatan tetap menjadi daya tarik utama meskipun belakangan sektor tersebut mengalami volatilitas dan aksi ambil untung.
Menurut UBS, perhatian investor kini semakin terfokus pada perusahaan-perusahaan yang diuntungkan oleh upaya China membangun kemandirian rantai pasok teknologi, meningkatkan belanja modal domestik, serta emiten-emiten pemimpin pasar yang memiliki valuasi menarik.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
