kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.924   -71,00   -0,42%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Gejolak Minyak Bikin Investor Asia Borong Saham Energi Terbarukan China


Selasa, 24 Maret 2026 / 13:12 WIB
Gejolak Minyak Bikin Investor Asia Borong Saham Energi Terbarukan China
ILUSTRASI. Hang Seng Hong Kong - Bursa Asia (REUTERS/Tyrone Siu)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Investor di Asia kini ramai membeli saham energi terbarukan China, memanfaatkan peluang dari gejolak minyak akibat perang Iran yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan global terhadap energi hijau, sektor yang didominasi China.

Tren ini berbeda dengan di Amerika Serikat, di mana investor justru kembali fokus pada minyak dan gas. "Setelah debu mereda atau harga minyak mulai turun, negara-negara kini harus lebih fokus pada keamanan energi," kata Aaron Costello, kepala Asia di Cambridge Associates, saat konferensi di Hong Kong, Senin (23/3).

Ia menambahkan, negara-negara perlu memperluas energi terbarukan, membangun jaringan listrik yang lebih baik, menambah energi nuklir, dan memperkuat pertahanan. "AS, jika tidak bisa dibilang tidak dapat diandalkan, setidaknya menjadi lebih tidak menentu," ujarnya.

Baca Juga: Dolar AS Menguat Tipis, Pasar Waspada Konflik Timur Tengah

Sejak perang AS-Israel melawan Iran meletus pada 28 Februari, dana mulai mengalir ke saham China di sektor tenaga surya, angin, kendaraan listrik, dan baterai. Indeks CSI Green Electricity naik 6% sepanjang Maret, sementara CSI New Energy meningkat 2%, meskipun Shanghai Composite Index turun 8% akibat aksi jual panik terkait perang.

Beberapa perusahaan unggulan mengalami kenaikan signifikan. GCL Energy Technology, raksasa energi surya, melonjak 48% bulan ini. Produsen baterai terbesar, Contemporary Amperex Technology, naik 15%, dan China National Nuclear Power Co meningkat 8%.

Yuan Yuwei, manajer hedge fund di Trinity Synergy Investments, mengatakan ia memasang posisi panjang di saham energi terbarukan China, karena sektor ini mendapat dukungan negara dan permintaan ekspor yang meningkat. "Di tengah perang dan gejolak minyak, China pasti akan meningkatkan investasi di energi," katanya.

Selain itu, Yuan menambahkan, perang ini akan membuat orang berpikir dua kali tentang kendaraan berbahan bakar gas, yang akan menguntungkan produsen kendaraan listrik dan baterai di China.

Lin Sheng, kepala investasi di Wish Fund Management Co di Shenzhen, menilai krisis energi saat ini akan mendorong banyak negara memperhatikan keamanan energi dan komposisi energi mereka, sehingga meningkatkan ekspor energi terbarukan China.

Baca Juga: Bank Sentral Borong Emas Lagi, Sinyal Dedolarisasi Makin Kuat

"Beberapa sektor yang selama ini mengalami kelebihan pasokan justru akan menjadi sangat menguntungkan ke depan," katanya, menekankan bahwa koreksi pasar saat ini merupakan peluang emas untuk membeli saham energi terbarukan China.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×