Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak melanjutkan kenaikannya pada hari ini karena Presiden AS Donald Trump memberlakukan kembali blokade angkatan laut di semua pelabuhan Iran dan Teheran melancarkan serangan terhadap infrastruktur AS di kawasan tersebut.
Rabu (15/7/2025) pukul 13.45 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman September 2026 naik 58 sen, atau 0,7%, menjadi US$ 85,31 per barel.
Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 menguat 35 sen, atau 0,4%, menjadi $79,69 per barel.
Harga minyak ditutup naik 2% — pada level tertinggi satu bulan — pada hari Selasa (14/7/2026) karena serangan memperburuk gangguan pasokan di Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima minyak dan gas alam cair dunia — sebelum dimulainya perang AS-Israel terhadap Iran.
Baca Juga: Cetak Kinerja Fantastis, ASML Mengerek Naik Proyeksi Pendapatan dan Laba 2026
"Brent dan WTI telah mengalami koreksi ke atas sejalan dengan meningkatnya serangan, tetapi besarnya pergerakan kemungkinan sekarang telah mereda karena pasar menunggu untuk melihat perubahan sikap dari AS dan Iran," kata June Goh, analis pasar minyak senior di Sparta Commodities.
Pada Rabu pagi, AS memulai serangan baru untuk terus melemahkan kemampuan Iran yang digunakan untuk menyerang kapal dagang di Selat Hormuz, kata militer AS.
"Meskipun pasar minyak fisik tetap cukup terpasok, setiap peningkatan ketegangan yang melibatkan Selat Hormuz atau sanksi tambahan terhadap ekspor Iran dapat dengan cepat memperketat sentimen pasar dan menambah premi risiko lebih lanjut," kata Priyanka Sachdeva, analis pasar senior di Phillip Nova.
Teheran mengatakan, telah kembali menutup selat tersebut setelah permusuhan antara Iran dan AS kembali berkobar pekan lalu, yang mengikis gencatan senjata yang sudah rapuh yang dicapai pada bulan Juni setelah beberapa bulan pertempuran.
Peningkatan ketegangan dalam beberapa hari terakhir meningkatkan keraguan bahwa nota kesepahaman yang ditandatangani bulan lalu akan mengarah pada penghentian permanen perang yang telah melanda negara-negara tetangga Iran. "Saya akan menyimpan target energi untuk yang terakhir, tetapi pada akhirnya kita akan menyerang target energi," kata Trump kepada Fox News dalam sebuah wawancara yang ditayangkan Selasa malam di "Special Report with Bret Baier".
Tentara Iran mengatakan pada Rabu pagi bahwa mereka telah melancarkan serangan drone terhadap posisi AS di pangkalan Azraq di Yordania. Tidak ada komentar langsung dari Pentagon.
Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan mereka menargetkan senjata dan fasilitas penyimpanan di Bahrain dan Kuwait. Reuters tidak dapat segera memverifikasi laporan tersebut.













