kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.542   42,00   0,24%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Microsoft dan Nokia Bikin Toko Virtual


Selasa, 17 Februari 2009 / 13:22 WIB


Sumber: AFP |

BARCELONA. Raksasa software Microsoft dan produsen ponsel asal Finlandia Nokia mengumumkan rencananya untuk merilis gerai virtual untuk aplikasi ponselnya. Mereka tak menampik bahwa bisnisnya kali ini membebek kesuksesan Apple sebelumnya.

Apple memang telah lebih dulu membuka AppStore pada bulan Juli lalu yang memungkinkan pengguna iPhone untuk mengunduh aplikasi untuk ponselnya dengan sejumlah permainan, info wisata maupun info berita.

Microsoft yang berbasis di Clifornia yang telah memungkinkan para developer untuk menyediakan aplikasi untuk ponsel ini, mengklaim telah terjadi 500.000 unduhan hingga akhir Januari lalu.

Dalam sebuah even Mobile World Congress, Microsoft menantang AppStore dengan gerainya yang bernama Windows Marketplace for Mobile. Situs ini akan mengintegrasikan searching, browsing dan pembelian aplikasi ponsel.

Nokia yang merupakan produsen ponsel terbesar di dunia, juga bertujuan untuk menjadi penyedia jasa dan pengembang software. Nokia bakal merilis Ovi Store untuk beragam aplikasi pada bulan Mei mendatang.

Pengguna Nokia akan ditawarkan konten yang sangat personal berdasarkan lokasi dan keinginan mereka.

"Content provider akan bisa memasukkan karya mereka di gerai lewat single yaitu Publish.Ovi.com. Situs ini mulai dibuka untuk menerima konten pada 16 Februari 2009," kata Nokia, melalui pernyataan tertulisnya.

Hanya saja, aplikasi ini hanya tersedia untuk ponsel high-end yang jamak dikenal sebagai smart phones.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×