kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Miliarder AS Dukung Rencana Joe Biden untuk Naikkan Pajak kepada Warga Super Kaya


Selasa, 25 Juni 2024 / 11:01 WIB
ILUSTRASI. Para miliarder AS telah mengisyaratkan dukungan mereka terhadap upaya Joe Biden agar warga Amerika super kaya membayar pajak lebih banyak. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Para miliarder AS telah mengisyaratkan dukungan mereka terhadap upaya Joe Biden agar warga Amerika super kaya membayar pajak lebih banyak. 

Ini bisa menjadi sinyal bahwa rencana Biden untuk memberlakukan pajak yang lebih besar terhadap warga AS super kaya akan menguntungkan kelas menengah atas di negara tersebut.

Mengutip Financial Times, jajak pendapat YouGov terhadap warga Amerika yang memiliki aset selain rumah senilai lebih dari US$ 1 juta menunjukkan bahwa mayoritas responden mendukung sistem perpajakan AS yang lebih progresif. 

Sistem ini merupakan salah satu prinsip strategi ekonomi Biden untuk terpilih kembali pada bulan November.

Hampir 60% dari 800 responden mengatakan mereka akan mendukung tarif marjinal pajak penghasilan di atas US$ 100 juta, yang lebih tinggi dari tarif tertinggi saat ini sebesar 37%.

Jajak pendapat tersebut, yang dilakukan oleh Patriotic Millionaires, yaitu sekelompok warga Amerika dengan kekayaan bersih tinggi dan pengusaha yang prihatin dengan meningkatnya tingkat kesenjangan di AS, menemukan bahwa lebih dari 60% dari mereka yang disurvei memandang kesenjangan yang meningkat pesat sebagai ancaman terhadap demokrasi.

Hasil survei menunjukkan, 91% responden setuju bahwa konsentrasi kekayaan yang berlebihan memungkinkan sebagian warga negara untuk membeli pengaruh politik.

Baca Juga: Kampanye di Philadelphia, Trump Sebut Pemerintahan Biden Membawa Kejahatan

Lebih dari tiga perempatnya berpendapat bahwa kelompok kaya memiliki akses terhadap celah dan strategi yang tidak dapat dilakukan oleh pembayar pajak pada umumnya untuk menghindari pelaporan pendapatan atau pembayaran pajak yang adil.

“Sebagian besar miliarder di Amerika memahami bahwa kesenjangan yang kita lihat saat ini mengganggu stabilitas negara kita,” kata Morris Pearl, ketua Patriotic Millionaires. 

Dia menambahkan, “Kita benar-benar harus melakukan sesuatu sebelum terlambat.”

Biden telah menjadikan kebijakan pajak yang lebih progresif sebagai landasan agenda pembuatan kebijakannya.

Dalam pidato kenegaraannya pada bulan Maret, Biden  mengatakan para miliarder harus membayar pajak minimum sebesar 25% dan telah berulang kali berjanji untuk memastikan bahwa orang-orang terkaya di Amerika membayar pajak mereka secara adil.

Baca Juga: Seberapa Kaya Presiden AS Joe Biden?

Namun, meskipun berulang kali berjanji untuk memberlakukan pajak bagi para miliarder, langkah tersebut tampaknya tidak akan lolos dari Kongres.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×