kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Joe Biden Siap Lindungi Warga Palestina di AS dari Ancaman Deportasi


Kamis, 15 Februari 2024 / 11:11 WIB
ILUSTRASI. Pengunjuk rasa meneriakkan slogan saat aksi pro-Palestina, di tengah gejolak kekerasan Israel-Palestina, di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, Selasa (18/5/2021). REUTERS/Brian Snyder


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Presiden AS, Joe Biden, pada hari Rabu (14/2) menyatakan siap melindungi ribuan warga Palestina yang tinggal di AS dari ancaman deportasi, setidaknya selama 18 bulan ke depan.

Dalam pesan yang diterima New York Times, Biden mengatakan bahwa banyak warga Palestina yang kini berada dalam bahaya jika tinggal di Jalur Gaza.

"Oleh karena itu, saya mengarahkan penundaan pemindahan warga Palestina tertentu yang berada di Amerika Serikat," kata Biden.

Sekitar 6.000 warga Palestina memenuhi syarat untuk mendapat penangguhan hukuman berdasarkan program yang disebut Deferred Enforced Departure (Keberangkatan Paksa yang Ditangguhkan).

Baca Juga: Gedung Putih Mendesak Israel untuk Menghentikan Perang di Gaza

Di bawah program itu, para imigran diperbolehkan tetap tinggal di AS apabila kampung halamannya berada dalam krisis. Mereka juga mendapatkan izin kerja secara legal.

Keputusan ini dikeluarkan di tengah besarnya tekanan yang dihadapi Biden terkait kebijakannya dalam merespons perang di Gaza.

Dalam beberapa minggu terakhir, kelompok pro-Palestina telah melakukan demonstrasi di sejumlah lokasi kampanye Biden sambil meneriakkan kalimat "Genocide Joe".

Meskipun demikian, AS belum memberi isyarat bahwa mereka merencanakan perubahan kebijakan besar, termasuk memberikan persyaratan bantuan militer senilai miliaran dolar kepada Israel.

Baca Juga: PBB: Serangan Israel ke Rafah Bisa Memicu Pembantaian

Perang di Gaza telah berlangsung empat bulan, dimulai ketika pasukan Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober 2023. Serangan itu menyebabkan 1.200 orang Israel tewas.

Sejak saat itu, serangan militer Israel ke Gaza telah menewaskan lebih dari 28.000 penduduk Palestina. Sebagian besar wilayah Gaza hancur, lebih dari 1 juta penduduknya kehilangan tempat tinggal.

Penduduk Gaza yang masih bertahan kini tinggal di Rafah, wilayah aman yang berbatasan dengan Mesir. 

Sayangnya, baru-baru ini Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan militernya untuk menyerang kawasan itu sebagai bagian dari upaya menumpas Hamas hingga ke akarnya.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×