kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.882   24,00   0,13%
  • IDX 6.038   -79,17   -1,29%
  • KOMPAS100 790   -4,20   -0,53%
  • LQ45 596   -2,80   -0,47%
  • ISSI 210   -2,65   -1,25%
  • IDX30 337   -1,37   -0,41%
  • IDXHIDIV20 413   -2,62   -0,63%
  • IDX80 90   -0,41   -0,45%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,71%
  • IDXQ30 108   -0,31   -0,29%

Miliarder Asia bersiap ambil untung di bursa di tengah pandemi Covid-19, ini canya


Sabtu, 12 September 2020 / 15:09 WIB
ILUSTRASI. Miliarder Asia bersiap ambil untung di bursa di tengah pandemi Covid-19, ini canya


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID -

 Investor kaya di Asia bersiap mengambil untung di tengah pandemi Covid-19. ntuk kemungkinan pandemi corona segera berakhir. Para miliarder Asia itu mulai menimbun uang tunai sehingga bisa memanfaatkan peluang masuk ke pasar keuangan dan ekuitas jika kondisi ekonomi menunjukkan pemulihan.

Dilansir dari Bloomberg, Jumat (4/9), Pemimpin Unit DBS Group Holdings Joseph Poon mengatakan, klien mereka telah meningkatkan jumlah kepemilikan uang tunai sekitar 40% dari total portofolio dalam beberapa bulan terakhir atau naik 30% dibandingkan sebelum pandemi.

Sayangnya ia tidak mengungkapkan berapa nilai aset yang dikelola. Yang jelas, ini adalah bagian dari platform kekayaan DBS senilai S$ 251 miliar atau setara US$ 184 miliar yang merupakan salah satu terbesar di Asia.

“Klien kami memegang uang tunai lebih banyak dari biasanya. Ini fenomena yang sangat menarik. Dengan kekayaan sangat besar, mereka percaya akan ada peluang bagus di pasar setelah pandemi selesai dan akan meluas ke seluruh ekonomi,” kata Poon.

Setidaknya terdapat aset senilai S$ 30 juta yang mereka investasikan. Untuk saat ini, mereka sedang mempertimbangkan rencana investasi di aset keuangan, e-commerce dan logistik di tengah gap pendanaan.

Baca Juga: 7 Drama Korea terbaik Lee Min Ho, dibintangi bersama Park Shin Hye hingga Kim Go Eun

Sementara lainnya, berencana menggunakan uang tunai mereka untuk kebutuhan bisnis serta menjalin kemitraan di perusahaan. Kondisi ini mencerminkan tren yang lebih luas.

Perusahaan ekuitas swasta terkemuka memiliki dana sekitar US$ 1,6 triliun menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Setelah virus corona berhenti diperkirakan kesepakatan ekuitas swasta akan mengguncang pasar global.

Namun, pemegang uang tunai kemungkinan akan melewatkan reli pasar secara besar-besaran ketika Indeks MSCI ACWI di Asia Pasifik melonjak sekitar 43% atau terendah sejak Maret.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×