kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

Mutasi corona baru muncul Nigeria, berbeda dari varian Inggris & Afrika Selatan


Jumat, 25 Desember 2020 / 11:26 WIB
ILUSTRASI. Mutasi virus corona di Nigeria diyakini berasal dari turunan yang berbeda dari varian di Inggris dan Afrika Selatan.


Sumber: Al Jazeera | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - ABUJA. Mutasi virus corona baru kembali ditemukan di benua Afrika, kali ini di Nigeria. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apa yang terjadi.

Dikutip dari Al Jazeera, CDC Afrika untuk sementara mengungkapkan bahwa varian baru yang muncul di Nigeria ini berasal dari jalur mutasi yang berbeda dari varian yang ada di Inggris dan Afrika Selatan.

"Ini adalah garis keturunan terpisah dari Inggris dan Afrika Selatan. Beri kami waktu… ini masih sangat awal," ungkap John Nkengasong, kepala CDC Afrika.

Nkengasong mengatakan CDC Nigeria dan Pusat Keunggulan Afrika untuk Genomik Penyakit Menular di Nigeria akan menganalisis lebih banyak sampel.

Baca Juga: Moderna yakin vaksinnya juga bisa melawan varian Covid-19 baru

Al Jazeera melaporkan varian tersebut ditemukan dalam dua sampel pasien yang dikumpulkan pada 3 Agustus dan pada 9 Oktober di negara bagian Osun, Nigeria.

Dalam sebuah penelitian yang terbit melalui Associated Press, perubahan varian pada virus corona di Nigeria belum terbukti berkontribusi pada peningkatan penularan virus di Nigeria.

"Perbedaan relatif dalam skala surveilans genom di Nigeria dan Inggris dapat menyiratkan penurunan kekuatan untuk mendeteksi perubahan tersebut ", tulis makalah penelitian tersebut.

Dalam sepekan terakhir, Nigeria melaporkan peningkatan kasus sebesar 52% dan Afrika Selatan meningkat 40%, kata Nkengasong.

Untuk saat ini CDC Afrika mencatat bahwa varian Covid-19 baru di Afrika Selatan adalah yang paling dominan di Afrika, dengan infeksi yang dikonfirmasi di negara itu mendekati satu juta.

Meskipun ditemukan mampu menular lebih cepat, namun belum jelas apakah itu mengarah pada penyakit yang lebih parah.

Selanjutnya: BioNTech mengklaim mampu selesaikan vaksin untuk varian Covid-19 baru dalam 6 pekan




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×