kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45767,97   -12,34   -1.58%
  • EMAS1.024.000 0,10%
  • RD.SAHAM 0.16%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Negara tetangga ini berencana perketat penggunaan sepeda dengan dua aturan


Kamis, 17 September 2020 / 07:13 WIB
Negara tetangga ini berencana perketat penggunaan sepeda dengan dua aturan
ILUSTRASI. Ilustrasi. Negara tetangga ini berencana perketat penggunaan sepeda dengan dua aturan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Kuala Lumpur. Tren olahraga sepeda di tengah pandemi corona tidak hanya terjadi di Indonesia. Negara lain seperti Malaysia juga muncul tren olahraga sepeda. Bahkan, karena semakin banyak orang olahraga sepeda, pemerintah Malaysia berencana membuat kebijakan untuk membatasi orang bersepeda.

Rencana itu muncul dari wacana otoritas setempat yang akan menerapkan pelat nomor bagi sepeda dan membutuhkan surat izin untuk mengendarainya. Rencana itu muncul melalui pemberitaan koran setempat, Utusan Malaysia, yang mengutip Institut Penelitian Keselamatan di Jalan Malaysia (MIROS).

Kegiatan mengayuh sepeda itu pun bisa dilakukan sendiri atau berombongan, dengan menjelajahi berbaia tempat menarik yang tak bisa dijangkau mobil. Namun dalam pandangan MIROS, bentuk olahraga itu kini menjadi sorotan seiring semakin banyak cyclist yang nggowes di jalanan.

Mulai banyaknya pesepeda ditakutkan bisa meningkatkan risiko kecelakaan di jalanan. Karena itu, MIROS pun menyuarakan sebuah wacana. Seperti dikutip World of Buzz Rabu (16/9/2020), mereka menyarankan agar setiap kendaraan bertenaga manusia itu dipasangi pelat nomor. "MIROS kini mengkaji penggunaan pelat dan surat izin di tengah meningkatnya tren dan ketertarikan warga untuk bersepeda," kata Direktur Jenderal Ir Ts Dr Khairil Anwar Abu Kassim.

Baca juga: Manfaat rebusan jahe, serei dan gula merah, dari cegah kanker, mual, diabetes dll

Tak pelak, wacana tersebut menimbulkan perdebatan di netizen "Negeri Jiran". Ada yang setuju jika sepeda mendapatkan tanda seperti di kendaraan bermotor. "Usul yang bagus. Pemerintah tentu akan dimudahkan memberikan denda dan hukuman jika ada sepeda yang tidak memakai pelak," kata salah satu warganet.

Sementara pengguna media sosial lain berpendapat, seharusnya pemerintah memprioritaskan memberikan lajur khusus bagi pesepeda. "Anyway, pelak tak menjamin bakal selamat. Pemerintah jangan menggampangkan langkah untuk menyelesaikan isu serius," tulisnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Muncul Wacana Terapkan Surat Izin dan Pelat Nomor bagi Sepeda di Malaysia",

Penulis : Ardi Priyatno Utomo
Editor : Ardi Priyatno Utomo

Selanjutnya: Hari terakhir daftar lelang mobil Avanza harga Rp 30-an juta, ada dua unit

 




TERBARU

[X]
×