Netflix PHK 150 Karyawan, Mayoritas di Negara Ini

Jumat, 20 Mei 2022 | 09:19 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Netflix PHK 150 Karyawan, Mayoritas di Negara Ini

ILUSTRASI. Netflix mengatakan pihaknya memberhentikan sekitar 2% stafnya dalam langkah pengetatan. REUTERS/Dado Ruvic


KONTAN.CO.ID - SAN FRANCISCO. Pada Selasa (17/5/2022), Netflix mengatakan pihaknya memberhentikan sekitar 2% stafnya dalam langkah pengetatan. Kebijakan ini diambil setelah pertumbuhan perusahaan melambat di layanan televisi streaming yang pernah booming tersebut.

"Perubahan ini terutama didorong oleh kebutuhan bisnis daripada kinerja individu, yang membuatnya sangat sulit, karena tidak ada dari kita yang ingin mengucapkan selamat tinggal kepada rekan-rekan hebat seperti itu," kata seorang juru bicara seperti yang dikutip NDTV.

Dia juga bilang, sekitar 150 karyawan telah diberhentikan, sebagian besar di Amerika Serikat. 

Tak hanya itu, Netflix juga memotong pengeluaran untuk kontraktor.

PHK karyawan dilakukan selang beberapa minggu setelah Netflix melaporkan bahwa mereka kehilangan pelanggan untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.

Baca Juga: Kim Sae Ron Mundur dari Drakor Terbaru SBS, Ini Kabar Serial Terbarunya di Netflix

"Pertumbuhan pendapatan kami yang melambat berarti kami juga harus memperlambat pertumbuhan biaya kami sebagai perusahaan," kata juru bicara itu.

NDTV memberitakan, Netflix mengakhiri kuartal pertama tahun ini dengan 221,6 juta pelanggan, sedikit lebih rendah dari kuartal terakhir tahun lalu.

Perusahaan menyalahkan penurunan secaa kuartalan untuk penangguhan layanannya di Rusia karena invasi Moskow ke Ukraina.

Penurunan sekitar 200.000 pelanggan atau kurang dari 0,1% dari total basis pelanggannya, sudah cukup untuk membuat Wall Street panik ketika Netflix melaporkan pendapatan kuartalan di bulan April.

Chief financial officer Spence Neumann mengatakan Netflix akan menahan pengeluaran untuk dua tahun ke depan, sambil terus menginvestasikan miliaran dolar dalam platform.

Baca Juga: Bridgerton Season 3 Ungkap Fokus Dua Karakter Utamanya, Segera Tayang di Netflix

Perusahaan teknologi Silicon Valley melaporkan laba bersih sebesar US$ 1,6 miliar pada kuartal yang baru saja berakhir, dibandingkan dengan US$ 1,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Netflix meyakini, faktor-faktor yang menghambat pertumbuhannya termasuk pelanggan yang berbagi akun dengan orang-orang yang tidak tinggal di rumah mereka.

Raksasa streaming itu memperkirakan bahwa meskipun memiliki hampir 222 juta rumah tangga yang membayar layanannya, akun dibagikan dengan lebih dari 100 juta rumah tangga lain yang tidak membayar biaya berlangganan.

Netflix sedang menguji cara untuk menghasilkan uang dari orang-orang yang berbagi akun, seperti dengan memperkenalkan fitur yang memungkinkan pelanggan membayar sedikit mahal untuk menambah layanan yang diberikan kepada orang lain.

Faktor lain yang menghambat pertumbuhan Netflix adalah persaingan ketat dari raksasa seperti Apple dan Disney.

Sementara itu, melansir Endgadget, semangat karyawan telah menurun di perusahaan yang berbasis di Los Gatos, California sejak Netflix berencana untuk mengencangkan ikat pinggangnya. 

Perusahaan juga memperbarui memo untuk karyawannya bulan ini dengan memperingatkan calon karyawan bahwa layanan streaming "mungkin bukan tempat terbaik" bagi mereka yang tidak dapat mengerjakan konten yang tidak mereka setujui.

“Sebagai karyawan, kami mendukung prinsip bahwa Netflix menawarkan beragam cerita, bahkan jika kami menemukan beberapa judul bertentangan dengan nilai pribadi kami. Bergantung pada peran Anda, Anda mungkin perlu mengerjakan judul yang Anda anggap berbahaya. Jika Anda merasa sulit untuk mendukung keluasan konten kami, Netflix mungkin bukan tempat terbaik untuk Anda,” demikian bunyi memo tersebut.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru