kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Nikolas Maduro Terancam! Sekutu Terdekatnya, Alex Saab, Dideportasi ke AS


Minggu, 17 Mei 2026 / 06:57 WIB
Nikolas Maduro Terancam! Sekutu Terdekatnya, Alex Saab, Dideportasi ke AS
ILUSTRASI. mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat dideportasi ke AS


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pejabat Venezuela Alex Saab, yang merupakan seorang pengusaha Kolombia-Venezuela dan sekutu mantan Presiden Nicolas Maduro, dideportasi ke Amerika Serikat, kata badan migrasi Venezuela, SAIME, pada hari Sabtu (16/5/2026).

Saab ditangkap di Caracas pada bulan Februari 2026 selama operasi gabungan oleh otoritas AS dan Venezuela, menurut seorang pejabat penegak hukum AS pada saat itu. 

Penangkapan Saab terjadi sebulan setelah penangkapan Maduro oleh pasukan khusus AS di Caracas. Penangkapan dan deportasi Saab menunjukkan tingkat kolaborasi baru antara penegak hukum AS dan Venezuela di bawah Presiden sementara Delcy Rodriguez, mantan wakil presiden Maduro.

Baca Juga: Presiden FFIRI Ditolak Masuk AS dan Kanada, Bagaimana Nasib Iran di Piala Dunia?

Saab, yang lahir di Kolombia dan berusia 54 tahun, sebelumnya ditahan di Tanjung Verde pada tahun 2020 dan ditahan di AS atas tuduhan penyuapan. Ia diberikan pengampunan pada tahun 2023 sebagai imbalan atas pembebasan warga Amerika yang ditahan di Venezuela.

Saab dapat memberikan informasi kepada pihak berwenang AS untuk memperkuat kasus pidana mereka terhadap Maduro, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dibawa ke New York pada Januari untuk menghadapi tuduhan pidana, termasuk konspirasi untuk melakukan terorisme narkoba. Mereka membantah tuduhan tersebut.

Pengacara Saab, Luigi Giuliano, tidak segera menanggapi permintaan komentar. 


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×