kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2027


Jumat, 27 Maret 2026 / 09:26 WIB
OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2027
ILUSTRASI. Harga minyak (BBM) (REUTERS/Abdul Saboor)


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mempertahankan perkiraan pertumbuhan global tahun 2026 tidak berubah pada 2,9% tetapi merevisi turun prospek tahun 2027 menjadi 3% pada hari Kamis (26/3). Ini karena ketegangan di Timur Tengah mendorong kenaikan harga energi dan mengganggu rantai pasokan.

Seperti dikutip Anadolu Agency, dalam laporan Prospek Ekonomi sementara yang berjudul Menguji Ketahanan, OECD mengatakan pengiriman komoditas energi yang hampir terhenti melalui Selat Hormuz dan kerusakan infrastruktur energi regional telah memicu kenaikan harga yang tajam, mengganggu pasokan komoditas utama, dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan.

Organisasi tersebut mengatakan cakupan dan durasi ketegangan tetap "sangat tidak pasti," memperingatkan bahwa harga energi yang terus tinggi akan meningkatkan biaya bisnis dan menambah tekanan inflasi.

Meskipun mempertahankan perkiraan tahun 2026, OECD mengatakan proyeksi tersebut masih menunjukkan perlambatan yang signifikan dari pertumbuhan global 3,3% pada tahun 2025.

OECD mengatakan inflasi di seluruh negara G20 diperkirakan mencapai 4% tahun ini, 1,2 poin persentase di atas perkiraan sebelumnya, sebelum mereda menjadi 2,7% pada tahun 2027, seiring dengan meredanya tekanan harga energi secara bertahap.

OECD memperingatkan bahwa gangguan berkepanjangan terhadap ekspor dari Timur Tengah dapat mendorong harga energi lebih tinggi dari yang diperkirakan, memperdalam kendala pasokan komoditas utama, meningkatkan inflasi lebih lanjut, dan semakin membebani pertumbuhan global.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×