Omicron Kini Menjadi Varian Virus Corona Paling Dominan di AS

Selasa, 21 Desember 2021 | 11:59 WIB Sumber: Reuters
Omicron Kini Menjadi Varian Virus Corona Paling Dominan di AS

ILUSTRASI. Orang-orang mengantre untuk tes Covid-19 di klinik back-to-school di South Gate, Los Angeles, California, AS, Kamis (12/8/2021).


KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS pada hari Senin (20/12) melaporkan bahwa saat ini varian Omicron telah menjadi varian virus corona yang dominan di negaranya.

Dilansir dari Reuters, catatan CDC hingga tanggal 18 Desember 2021 menunjukkan bahwa Omicron menyumbang hingga 73% kasus Covid-19 baru.

Kasus Covid-19 melonjak di kota besar seperti New York dan hampir seluruh wilayah AS selama akhir pekan lalu. Serangan Omicron ini sekaligus memupus harapan warga yang bersiap untuk merayakan liburan akhir tahun dengan lebih leluasa. 

Barisan orang-orang yang hendak melakukan tes Covid-19 juga mulai terlihat di banyak titik. Pada umumnya, warga berusaha mencari tahu apakah mereka terinfeksi sebelum merayakan liburan bersama keluarga.

Baca Juga: WHO Bocorkan Cara Agar Pandemi Covid-19 Bisa Hilang di 2022

Melihat pesatnya penularan, Walikota Washington Muriel Bowser pada hari Senin memberlakukan kembali aturan penggunaan masker dalam ruangan hingga akhir Januari. Bowser juga mewajibkan pekerja pemerintah untuk divaksinasi, termasuk dosis booster untuk mereka yang memang membutuhkan.

"Saya rasa semuanya sudah muak dengan aturan itu. Saya juga lelah. Tetapi, kita haru menanggapi situasi yang terjadi di kota kita, dan di negara kita," kata Bowser, seperti dikutip Reuters.

Di New York, kasus Covid-19 naik 60% sepanjang pekan lalu sejak Omicron ditemukan mulai menyebar di wilayah Timur Laut AS. New York bahkan mencatat rekor kasus baru terbanyak yang dilaporkan dalam satu hari sejak pandemi dimulai selama tiga hari berturut-turut.

Baca Juga: Gedung Putih: Presiden Biden Dites Negatif Usai Salah Satu Stafnya Positif Covid-19

Berdasarkan laporan CDC, varian Omicron mendominasi wilayah Timur Laut, Tenggara dan Barat Laut AS. Persentasenya bahkan mencapai 90%. 

Hingga saat ini varian Omicron diyakini menyebabkan gejala yang lebih ringan pada orang-orang yang sudah menerima vaksin. Pakar kesehatan juga tetap optimistis gelombang Omicron tidak menyebabkan lonjakan rawat inap dan kematian.

Secara nasional, kasus Covid-19 di AS naik hingga 9% dalam seminggu terakhir dan naik 57% sejak awal Desember. Reuters mencatat, pasien yang dirawat di rumah sakit telah meningkat 26% bulan ini.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru