Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – HONG KONG. Otoritas Moneter Hong Kong (Hong Kong Monetary Authority/HKMA) mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,75% pada Kamis (8/5), mengikuti langkah The Fed yang sehari sebelumnya memutuskan untuk menahan suku bunga di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Langkah ini sejalan dengan sistem currency peg yang diterapkan Hong Kong, di mana dolar Hong Kong (HKD) dipatok dalam kisaran sempit antara HK$7,75 hingga HK$7,85 per dolar AS.
Baca Juga: Malaysia Tahan Suku Bunga, Longgarkan Rasio Cadangan Wajib Bank
Sehingga kebijakan suku bunga Hong Kong secara de facto akan mengikuti arah kebijakan moneter AS.
Dalam pernyataannya, HKMA menyebut bahwa kondisi pasar keuangan dan moneter Hong Kong masih berjalan secara tertib.
Meski begitu, HKMA kembali melakukan intervensi di pasar valuta asing seiring dolar Hong Kong menyentuh batas atas band-nya untuk keempat kali bulan ini, didorong oleh pelemahan dolar AS terhadap sejumlah mata uang rendah imbal hasil.
“Ke depan, suku bunga antarbank dolar Hong Kong akan dipengaruhi oleh pasokan dan permintaan mata uang serta kondisi likuiditas HKD, khususnya pada tenor jangka pendek,” tulis HKMA dalam pernyataan resminya.
Baca Juga: The Fed Pertahankan Suku Bunga, Peringatkan Risiko Inflasi dan Pengangguran
Sementara itu, dua bank besar yakni HSBC Holdings dan Bank of China (Hong Kong) juga memutuskan tidak mengubah suku bunga pinjaman utama (prime lending rate) mereka, yang tetap di level 5,25%.
Sebagai catatan, Ketua The Fed Jerome Powell sebelumnya menyampaikan bahwa meski ketidakpastian meningkat, ekonomi AS masih dalam posisi solid.
Sikap kebijakan moneter saat ini dinilai cukup fleksibel untuk merespons dinamika ekonomi ke depan.