kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45825,93   2,88   0.35%
  • EMAS948.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pakar AS: Varian Delta Covid-19 ancaman terbesar bagi AS


Rabu, 23 Juni 2021 / 08:31 WIB
Pakar AS: Varian Delta Covid-19 ancaman terbesar bagi AS
ILUSTRASI. Dr. Anthony Fauci, Direktur Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular AS.

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pakar penyakit menular AS Dr. Anthony Fauci mengatakan, virus Covid-19 varian Delta yang pertama kali ditemukan di India merupakan ancaman terbesar bagi upaya Amerika Serikat untuk membasmi Covid-19 di wilayah perbatasan.

"Penularan tidak diragukan lagi lebih besar dalam varian Delta daripada varian asli Covid19," kata Fauci seraya menambahkan bahwa hal tersebut juga sangat terkait dengan peningkatan keparahan penyakit.

Sebelumnya, WHO mengatakan, varian Delta menjadi versi penyakit yang dominan secara global.

Fauci mengatakan bahwa vaksin yang disahkan di Amerika Serikat, termasuk vaksin Pfizer/BioNTech, efektif melawan varian baru Covid-19.

Baca Juga: Waspadai varian baru Covid-19 yang kini merebak di Eropa

"Kami punya alatnya, jadi mari kita gunakan dan hancurkan wabah ini," kata Fauci seperti yang dilansir Reuters.

Menurut penasihat senior Covid-19 Gedung Putih Jeffrey Zients, Amerika Serikat gagal mencapai targetnya untuk melakukan vaksinasi 70% orang dewasa pada 4 Juli dan kemungkinan akan membutuhkan beberapa minggu tambahan untuk mencapai target itu. 

Zients menambahkan, dia memperkirakan 70% orang dewasa di atas 27 tahun akan mendapatkan setidaknya satu suntikan pada 4 Juli.

Baca Juga: Vaksin AstraZeneca efektif melawan varian Covid-19 Delta dan Kappa dari India

Data Reuters yang mengutip data federal yang terakhir diperbarui pada hari Senin menunjukkan, lebih dari 150 juta warga di Amerika Serikat, atau lebih dari 45% dari populasi, telah divaksinasi penuh.

Catatan saja, varian Delta berkontribusi pada wabah Covid-19 yang parah di India selama April dan Mei yang menyebabkan layanan kesehatan di negara itu kolaps. Varian ini juga sudah menewaskan ratusan ribu orang.

 

Selanjutnya: Lima pekan terakhir, kasus baru Covid-19 selalu lebih tinggi dari angka kesembuhan

 




TERBARU

[X]
×