kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Pakistan Sukses Mediasi AS-Iran, Qatar Desak Semua Pihak Kendalikan Diri


Rabu, 08 April 2026 / 18:22 WIB
Pakistan Sukses Mediasi AS-Iran, Qatar Desak Semua Pihak Kendalikan Diri
ILUSTRASI. ILUSTRASI NEGARA QATAR (KONTAN/ILUSTRASI)


Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Qatar secara resmi menyambut baik pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Republik Islam Iran pada Rabu (8/4). 

Qatar menilai langkah ini sebagai pijakan awal untuk meredam eskalasi konflik dan menegaskan urgensi pembangunan komitmen jangka pendek demi mencegah meluasnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Kementerian Luar Negeri Qatar memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas peran vital Republik Islam Pakistan dalam proses negosiasi ini. 

Secara khusus, Qatar menyoroti kontribusi Perdana Menteri Muhammad Shehbaz Sharif dan Marsekal Asim Munir, Kepala Staf Pertahanan sekaligus Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, serta seluruh pihak mediator yang telah mengupayakan kesepakatan krusial ini.

Baca Juga: Pakistan Jadi Mediator AS-Iran, Upayakan Stabilitas Pasokan Energi Global

Namun, Qatar memberikan catatan tegas. Kementerian Luar Negeri Qatar mendesak kepatuhan penuh terhadap poin-poin gencatan senjata guna mengonsolidasikan ketenangan dan menyiapkan ruang dialog. 

Qatar menekankan agar Republik Islam Iran segera mengambil inisiatif untuk memangkas seluruh aksi hostil serta praktik-praktik yang merongrong stabilitas regional. 

Iran juga diminta menghormati kedaulatan negara lain demi menjamin tidak berulangnya pelanggaran serupa di masa depan.

Lebih lanjut, Qatar menyoroti aspek vital bagi ekonomi dunia: keamanan jalur maritim. Doha menekankan pentingnya menjamin kebebasan navigasi internasional dan perdagangan sesuai hukum internasional. 

BREAKING: Mojtaba Khamenei Kritis! Israel Sebut Pemimpin Iran Tak Sadarkan Diri

Langkah ini dipandang esensial untuk menjaga stabilitas kawasan sekaligus mengamankan mata rantai pasok global dari gejolak yang lebih dalam.

Menutup pernyataannya, Qatar memperbarui dukungan teguh terhadap seluruh upaya diplomatik dan perdamaian. 

Qatar meyakini bahwa dialog yang serius, tanggung jawab kolektif, kepatuhan pada hukum internasional, serta prinsip bertetangga yang baik adalah pilar fundamental untuk menyelesaikan krisis dan menghindari dampak buruk bagi stabilitas dunia.

Baca Juga: AS-Iran: Militer AS Siapkan Operasi Jangka Panjang Jika Trump Perintahkan Serangan

Sebelumnya, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi secara resmi menyatakan dukungan penuh atas pengumuman mengejutkan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Pakistan Mohammad Shahbaz Sharif terkait tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Republik Islam Iran.

Dalam pernyataan resminya, Rabu (8/4) Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi memuji peran krusial yang dimainkan oleh Marsekal Asim Munir, Kepala Angkatan Pertahanan sekaligus Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan. 

Upaya diplomasi militer Pakistan dinilai menjadi kunci utama yang membuahkan hasil dalam meredam tensi tinggi kedua negara tersebut.

Kerajaan menegaskan komitmennya untuk menyokong setiap upaya mediasi yang dipelopori oleh Republik Islam Pakistan. 

Riyadh berharap langkah ini menjadi fondasi bagi perdamaian langgeng yang mampu mewujudkan keamanan serta stabilitas kawasan, sekaligus mengakhiri berbagai kemelut yang telah memicu instabilitas selama berdekade-dekade.

Tonton: Iran Serang Jantung Energi Saudi! Balas Dendam ke Israel Picu Eskalasi Besar

Namun, di balik dukungan tersebut, Kerajaan Arab Saudi memberikan catatan kritis. Riyadh menekankan urgensi menjaga Selat Hormuz agar tetap terbuka bagi navigasi internasional. 

Kerajaan mendesak semua pihak mematuhi Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982 tanpa pengecualian atau batasan apa pun.

Pemerintah Saudi berharap momentum gencatan senjata ini menjadi pintu masuk bagi de-eskalasi komprehensif dan berkelanjutan. 

Langkah ini diharapkan mampu menghentikan segala bentuk agresi atau kebijakan yang mengancam kedaulatan serta stabilitas negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengambil langkah mengejutkan dengan mengumumkan penangguhan operasi militer terhadap Republik Islam Iran. 

Tonton: BREAKING NEWS! PRESIDEN SAMPAIKAN ARAHAN KEBIJAKAN DI RAPAT KERJA KABINET

Langkah ini diambil menyusul komunikasi intensif antara Presiden Donald Trump dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Jenderal Asim Munir dari Pakistan.

Dalam pernyataan resminya, Trump menegaskan bahwa AS setuju untuk menghentikan aksi pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. 

Namun, moratorium militer ini bukan tanpa syarat. Washington menuntut Iran untuk segera menyepakati pembukaan Selat Hormuz secara total, permanen, dan aman bagi lalu lintas internasional.

"Ini akan menjadi gencatan senjata dua sisi (double-sided ceasefire). Alasan kami melakukannya adalah karena militer AS telah mencapai, bahkan melampaui seluruh target operasionalnya," tegas Trump, Rabu (8/4).

Trump mengklaim bahwa saat ini proses menuju kesepakatan perdamaian jangka panjang di Timur Tengah sudah menunjukkan kemajuan signifikan. Pemerintah AS mengaku telah menerima proposal poin per poin dari Teheran yang dinilai sebagai basis kerja yang masuk akal untuk dinegosiasikan.

Hampir seluruh poin perselisihan masa lalu antara Washington dan Teheran diklaim telah mencapai titik temu. Periode dua minggu ini akan dimanfaatkan kedua belah pihak untuk memfinalisasi dan meratifikasi perjanjian tersebut secara tuntas.

"Atas nama Amerika Serikat, dan mewakili negara-negara di Timur Tengah, merupakan suatu kehormatan bagi saya melihat masalah menahun ini mendekati resolusi akhir," pungkas Trump dalam pernyataan tertulis yang diunggah di akun Instagram Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio 8 April 2026.

Purbaya Ungkap Tabungan Pemerintah di Bank Indonesia Sisa Rp 120 Triliun

Kesepakatan ini tercapai di tengah ancaman eskalasi besar, sekaligus menjadi titik balik penting untuk meredakan konflik yang sempat mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah dan jalur perdagangan energi dunia.

Dalam perjanjian tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menghentikan serangan militer langsung dan menahan operasi besar selama masa gencatan senjata berlangsung. 

Namun, kesepakatan ini bersifat sementara dan belum mencerminkan perdamaian permanen.

Salah satu poin krusial adalah keputusan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global. 

Sebelumnya, gangguan di jalur ini sempat memicu kekhawatiran pasar dan lonjakan risiko ekonomi global.

Selain itu, gencatan senjata ini juga dimaksudkan sebagai jembatan menuju negosiasi lanjutan. Kedua negara dijadwalkan melanjutkan pembicaraan guna membahas isu yang lebih luas, termasuk stabilitas kawasan dan keamanan jalur energi.

Meski demikian, baik Washington maupun Teheran sama-sama menegaskan bahwa kesepakatan ini bukan akhir dari konflik. Risiko eskalasi tetap terbuka jika proses diplomasi tidak mencapai titik temu.

Baca Juga: AS-Israel Serang Iran, China Desak Gencatan Senjata




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×