kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Pakta perdagangan Trans Pacific Partnership berlaku hari ini


Minggu, 30 Desember 2018 / 13:56 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Opini - Masa Depan Trans Pacific Partnership


Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Kesepakatan perdagangan 11 negara anggota Trans Pacific Partnership (TPP) mulai berlaku pada Minggu (30/12). Menteri Perdagangan Selandia Baru memuji peluang yang disajikan bagi para eksportir dari kesepakatan ini.

Kesepakatan itu, akan memangkas tarif di sebagian besar negara wilayah Asia-Pasifik, tidak termasuk Amerika Serikat (AS) setelah Washington menarik diri dari negosiasi TPP pada 2017.

"Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP) memberikan Selandia Baru perjanjian perdagangan untuk pertama kalinya dengan tiga negara yang secara ekonomi sangat signifikan yakni Jepang, Kanada dan Meksiko," kata Menteri Perdagangan Selandia Baru David Parker seperti dikutip Reuters.

Ia memperkirakan, CPTPP memiliki potensi penghematan tarif senilai NZ US$ 222 juta (US$ 149,01 juta) setipa tahun kepada eksportir Selandia Baru.

Pakta perdagangan tersebut mulai berlaku pada Minggu (30/12) untuk Australia, Selandia Baru, Kanada, Jepang, Meksiko dan Singapura. Lalu Vietnam akan menyusul memberlakukan pada 14 Januari 2019. 

Sedangkan, Brunei, Chili, Malaysia dan Peru akan mulai memberlakukan 60 hari setelah mereka menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian perdagangan bebas tersebut.

HSBC menyebutkan dalam siaran persnya bahwa 90% tarif barang di enam negara akan dihapus pada Minggu (30/12) di babak pertama pemotongan tarif.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada bulan April 2018 lalu bahwa ia akan mempertimbangkan untuk bergabung kembali dengan perjanjian perdagangan TPP jika persyaratannya lebih menguntungkan bagi AS.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×