kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.953   -20,00   -0,11%
  • IDX 5.978   94,41   1,60%
  • KOMPAS100 777   13,14   1,72%
  • LQ45 588   9,89   1,71%
  • ISSI 207   3,34   1,64%
  • IDX30 333   5,95   1,82%
  • IDXHIDIV20 409   6,71   1,67%
  • IDX80 88   1,54   1,78%
  • IDXV30 111   2,06   1,90%
  • IDXQ30 107   1,88   1,79%

Trump Deklarasikan Amerika Kembali di Perayaan Akbar 250 Tahun Kemerdekaan AS


Kamis, 25 Juni 2026 / 09:18 WIB
Trump Deklarasikan Amerika Kembali di Perayaan Akbar 250 Tahun Kemerdekaan AS
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump (REUTERS/Evan Vucci)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka rangkaian perayaan 250 tahun kemerdekaan AS dengan sebuah rapat umum bergaya kampanye politik di National Mall, Washington, Rabu (24/6/2026).

Acara tersebut menandai dimulainya perayaan selama 16 hari menjelang Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli, sekaligus menjadi panggung bagi Trump untuk mempromosikan pencapaiannya selama masa jabatan kedua.

Baca Juga: China Bergerak Lagi! PBOC Tambah Reverse Repo Overnight untuk Jaga Pasar Keuangan

Dalam pidatonya di hadapan ribuan pendukung, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah kembali bangkit setelah dirinya kembali ke Gedung Putih.

"Saat kita berdiri di ambang tahun ke-250 kemerdekaan, saya dengan bangga menyatakan bahwa Amerika telah kembali," kata Trump dari balik kaca antipeluru yang membentang di depan panggung utama.

Trump juga membandingkan pemerintahannya dengan perjuangan para pendiri bangsa AS pada tahun 1776.

"Seperti para patriot tahun 1776, selama 17 bulan terakhir kami telah merebut kembali kekuasaan dari elit politik yang jauh dari rakyat," ujarnya, merujuk pada kemenangannya kembali menjadi presiden setelah periode pemerintahan Presiden Joe Biden.

Acara yang bertajuk "The Great American State Fair" itu dihiasi ribuan bendera Amerika Serikat, papan bertuliskan "Freedom 250", serta pertunjukan pesawat militer yang beberapa kali melintas di atas lokasi acara.

Sebuah bianglala setinggi 33,5 meter juga dipasang di kawasan tersebut dan mulai beroperasi pada Kamis (25/6).

Baca Juga: Dolar AS ke Level Tertinggi 13 Bulan Kamis (25/6), Bertaruh The Fed Naikkan Bunga

Bayang-bayang perang Iran

Perayaan tersebut berlangsung di tengah tekanan politik yang dihadapi Trump. Konflik AS-Israel dengan Iran yang telah berlangsung hampir empat bulan memicu kenaikan harga konsumen ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemilih.

Jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan, hanya sekitar seperempat warga AS yang menilai perang melawan Iran sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.

Sementara tingkat persetujuan publik terhadap kinerja Trump tercatat hanya 34% setelah 17 bulan masa jabatan keduanya.

Karena itu, sejumlah pengamat menilai acara tersebut juga menjadi upaya Trump mengalihkan perhatian publik dari isu perang Iran dan memperkuat citra politiknya menjelang pemilu paruh waktu yang akan digelar November mendatang.

Baca Juga: Bursa Asia Melesat Kamis (25/6), Micron dan Qualcomm Redakan Kekhawatiran Saham AI

Pendukung minta persatuan

Meski mayoritas peserta mendukung Trump, sebagian berharap presiden dapat lebih menekankan pesan persatuan nasional.

Duane Hartman (57), seorang wakil kepala sekolah dari Louisiana yang menghadiri acara bersama istrinya, berharap Trump menyampaikan pesan yang dapat menyatukan masyarakat Amerika.

"Saya berharap dia mengatakan sesuatu yang bisa mempersatukan negara ini," kata Hartman.

Pendukung Trump lainnya, Steve Dallenbach (73), pensiunan pengusaha konstruksi dari Carolina Utara, menilai Trump telah melakukan pekerjaan yang baik dalam mempercantik ibu kota Washington. Namun ia mengakui gaya komunikasi Trump terkadang terlalu keras.

Terkait konflik Iran, Dallenbach mengaku mempercayai keputusan Trump, tetapi berharap AS tidak mengirim pasukan darat ke medan perang.

Baca Juga: Emas Tertekan di Bawah US$4.000 Kamis (25/6), Pasar Makin Yakin The Fed Naikkan Bunga

Perayaan diwarnai kontroversi

Perayaan 250 tahun kemerdekaan AS juga diwarnai sejumlah kontroversi. Beberapa musisi yang sebelumnya dijadwalkan tampil, termasuk Bret Michaels, Young MC, dan Commodores, memutuskan mundur karena khawatir acara tersebut akan bernuansa partisan dan politik.

Sebagai gantinya, acara diisi oleh penyanyi favorit Trump seperti Lee Greenwood dan Christopher Macchio, serta penampilan berbagai kelompok musik militer.

Trump juga menunjukkan keterlibatan langsung dalam penyelenggaraan perayaan ini, termasuk memerintahkan renovasi kolam refleksi di kawasan Lincoln Memorial Reflecting Pool senilai US$ 16 juta dan memasang berbagai patung serta ornamen baru di Washington.

Pekan lalu, Trump bahkan menggelar pertandingan seni bela diri campuran (MMA) di halaman selatan Gedung Putih.

Baca Juga: Industri Pertahanan AS Didesak Mode Perang, Anggaran US$ 1,15 Triliun Disiapkan

Meski menarik jutaan penonton televisi, survei menunjukkan sebagian besar warga AS memandang acara tersebut kurang pantas untuk diselenggarakan di kompleks kepresidenan.

Perayaan 250 tahun kemerdekaan AS diperkirakan akan terus berlangsung hingga puncaknya pada 4 Juli mendatang, dengan berbagai agenda yang memadukan unsur patriotisme, hiburan, dan pesan politik dari pemerintahan Trump.




TERBARU

[X]
×