Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia kembali melanjutkan pelemahannya pada perdagangan Kamis (25/6/2026) pagi.
Logam mulia ini bertahan di dekat level terendah dalam lebih dari tujuh bulan terakhir seiring menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Baca Juga: Profil SK Hynix, Pemasok Chip Nvidia yang Bersiap IPO Rp 529 Triliun di Nasdaq
Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 00.43 GMT, harga emas spot turun 0,4% menjadi US$ 3.985,89 per ons troi. Sehari sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level terendah sejak November 2025.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus terkoreksi 0,2% menjadi US$ 4.001,60 per ons troi.
Pada perdagangan Rabu (24/6), harga emas bahkan sempat turun di bawah level psikologis US$ 4.000 per ons troi untuk pertama kalinya sejak November tahun lalu.
Tekanan datang dari penguatan dolar AS serta meningkatnya keyakinan investor bahwa The Fed masih akan menaikkan suku bunga acuannya tahun ini.
Baca Juga: Industri Pertahanan AS Didesak Mode Perang, Anggaran US$ 1,15 Triliun Disiapkan
Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan terdapat tiga kali kenaikan suku bunga The Fed sepanjang 2026. Probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September juga mencapai sekitar 67%.
Di sisi lain, indeks dolar AS melanjutkan penguatan untuk hari ketiga berturut-turut dan menyentuh level tertinggi dalam 13 bulan.
Penguatan mata uang AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga mengurangi daya tarik logam mulia tersebut.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Rabu (24/6) menyatakan dukungannya terhadap rencana Ketua The Fed Kevin Warsh untuk mengurangi penggunaan panduan suku bunga ke depan (forward guidance). Meski demikian, ia menilai bank sentral tetap perlu mencermati dampak konflik Iran terhadap inflasi.
Pelaku pasar kini menantikan rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang akan diumumkan hari ini. Data tersebut merupakan indikator inflasi pilihan The Fed dan diperkirakan akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan moneter ke depan.
Baca Juga: Jalur Inggris ke Final Piala Dunia 2026 Jika Lolos sebagai Runner-up Grup L
Dari sisi geopolitik, pasar juga mencermati perkembangan di Timur Tengah. Lebanon dan Israel dilaporkan tengah membahas proposal yang didukung AS terkait penyerahan sebagian wilayah Lebanon yang diduduki pasukan Israel kepada militer Lebanon. Langkah tersebut dinilai berpotensi menjadi bagian dari upaya meredakan ketegangan di kawasan.
Adapun harga logam mulia lainnya bergerak bervariasi. Harga perak spot turun 0,2% menjadi US$ 57,33 per ons troi, platinum melemah 0,2% ke level US$ 1.575,85 per ons troi, sedangkan palladium menguat 0,3% menjadi US$ 1.170,25 per ons troi.














