kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Panasonic Pangkas Produksi, Nikkei Merosot Tipis


Jumat, 28 November 2008 / 09:39 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Hampir seluruh saham-saham di Jepang mengalami penurunan pada pembukaan pagi ini. Pada pukul 09.12 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 turun tipis 0,1% atau 10,83 poin menjadi 8.362,56.

Asal tahu saja, Panasonic Corp yang merupakan produsen elektronik terbesar Jepang itu, dipastikan akan mengalami penurunan. Sementara rival terdekatnya Sony Corp anjlok 2,4% setelah Nomura Securities Co menggunting peringkat Sony dan Panasonic menjadi “netral”. Sebaliknya, Kyocera Corp diprediksi bakalan meningkat setelah manajemen perusahaan itu bilang pihaknya akan membeli kembali sejumlah saham.

Penurunan tersebut seiring dengan pernyataan Panasonic Corp yang memangkas prediksi laba sebesar 90%. Selain itu, anjloknya harga saham juga diakibatkan oleh semakin berkurangnya produksi pabrik-pabrik di Negeri Sakura itu akibat resesi global terburuk.

Pihak Panasonic mengatakan harga TV dengan layar datar diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar 30% pada tahun keuangan ini karena disebabkan menurunnya jumlah permintaan konsumen. Padahal sebelumnya, penurunan harga TV flat hanya diprediksi sebesar 20% saja. Akibatnya, perusahaan yang berbasis di Osaka ini juga mengikuti langkah Sony Corp yang sudah memotong prediksi labanya. Panasonic juga akan merevisi biaya perusahaan dan mengurangi kontribusi investasi saham akibat buruknya kinerja.

Catatan saja, menurut data yang dirilis Departemen Perdagangan Jepang hari ini, kapasitas produksi pabrik-pebrik Jepang anjlok 3,1% dibanding bulan September yang mengalami kenaikan 1,1%. Sementara, para analis yang disurvei Bloomberg memprediksi penurunan sebesar 2,5%.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×