Pandemi Covid-19 Belum Akan Berakhir, Kasus Di China Melonjak Lagi

Kamis, 17 Maret 2022 | 06:36 WIB Sumber: Kompas.com
Pandemi Covid-19 Belum Akan Berakhir, Kasus Di China Melonjak Lagi

ILUSTRASI. Pandemi Covid-19 Belum Akan Berakhir, Kasus Di China Melonjak Lagi


KONTAN.CO.ID - Beijing. Pandemi Covid-19 sepertinya belum akan berakhir dalam waktu dekat. Lihat saja, kasus Covid-19 di sejumlah negara kembali terjadi.

Di China, kasus Covid-19 kembali melonjak. China menambah tempat tidur rumah sakit ketika para pejabat melaporkan ribuan kasus baru dari wabah virus corona varian Omicron pada Rabu (16/3/2023).

Omicron telah membuat jutaan orang dikurung dan menimbulkan kekhawatiran akan sistem kesehatan. Hanya tiga minggu yang lalu China melaporkan kasus Covid-19 hariannya ada di bawah seratus kasus setiap hari.

Tetapi dilansir AFP, jumlah itu telah membengkak melewati 1.000 per hari selama seminggu. China mencatat 3.290 infeksi Covid-19 baru yang dikonfirmasi pada hari Rabu, termasuk 11 kasus parah. China, tempat virus itu muncul di Wuhan pada akhir 2019, sebagian besar telah mengendalikannya melalui tindakan ketat, dan belum melaporkan kematian terkait Covid selama lebih dari setahun.

Tetapi varian Omicron yang sangat mudah menular merupakan tantangan keras terhadap strategi nol-Covid-nya. Ini mengakibatkan 17,5 juta penduduk pusat teknologi selatan Shenzhen dikurung dan kota-kota lain juga di bawah pembatasan ketat.

Baca Juga: Data Corona Indonesia, 16 Maret: Tambah 13.018 Kasus Baru, Ada 279.969 Kasus Aktif

Pihak berwenang sebelumnya mengirim semua pasien dengan gejala apa pun ke rumah sakit spesialis. Tetapi Komisi Kesehatan Nasional Selasa (15/3/2022) malam mengatakan pasien dengan kasus Covid-19 ringan dapat diisolasi di fasilitas karantina pusat untuk mengurangi tekanan pada rumah sakit karena kekhawatiran akan kekurangan tempat tidur. "Pasien dengan strain varian Omicron sebagian besar adalah infeksi tanpa gejala dan kasus ringan, kebanyakan dari mereka tidak memerlukan perawatan serius," kata Komisi Kesehatan Nasional.

"Semua masuk ke rumah sakit yang ditunjuk akan memakan banyak sumber daya medis." Baca juga: Tujuh Jam Diskusi Intens dengan China, AS Ungkap Kekhawatiran Mendalam Gambar pasien berbaring di brankar di luar rumah sakit di Hong Kong, di mana rumah sakit telah dibanjiri oleh lonjakan kasus, telah menakuti pejabat daratan, yang sekarang juga bergegas membangun rumah sakit darurat di beberapa provinsi.

Rekaman di CCTV penyiar negara menunjukkan lusinan derek raksasa merakit "rumah sakit sementara" di provinsi Jilin timur laut China, yang telah melaporkan lebih dari 5.000 kasus selama seminggu terakhir. Provinsi berpenduduk lebih dari 24 juta jiwa ini hanya memiliki 22.880 tempat tidur rumah sakit.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Serbuan Omicron Kian Ganas, China Tambah Tempat Tidur Rumah Sakit",


Penulis : Tito Hilmawan Reditya
Editor : Tito Hilmawan Reditya

 

Editor: Adi Wikanto

Terbaru