kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Parlemen AS mendesak agar ekspor teknologi drone Turki dihentikan untuk sementara


Kamis, 12 Agustus 2021 / 09:47 WIB
ILUSTRASI. Drone Bayraktar TB2 milik Turki.


Sumber: Arab News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Pejabat pertahanan AS khawatir jika sistem rudal S-400 Rusia yang digunakan Turki nantinya akan mampu mengungkap kelemahan jet siluman F-35.

Informasi tersebut bisa saja dieksploitasi oleh Rusia atau negara lain yang menggunakan rudal S-400 seperti China, dua negara yang masih menjadi rival AS.

Melansir Sputinik News, awalnya Turki berharap bisa mendatangkan 100 unit F-35 dan telah menerima delapan. Delapan unit tersebut masih disimpan di lapangan terbang AS tempat pilot Turki dilatih untuk menerbangkannya.

Industri pertahanan Turki juga bertanggungjawab untuk membuat beberapa bagian untuk F-35 sebagai bagian dari tim perakitan internasional.

Dicoretnya Turki dari kesepakatan telah menyebabkan masalah di kedua sisi, dengan biaya jet diperkirakan akan meningkat sekitar 3%.

Selanjutnya: Turki tetap pertimbangkan datangkan lagi rudal S-400 dari Rusia, meski ada sanksi AS




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×