kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Pasar cemas AT&T akuisisi Warner terganjal izin


Selasa, 25 Oktober 2016 / 13:40 WIB
Pasar cemas AT&T akuisisi Warner terganjal izin


Sumber: Reuters | Editor: Rizki Caturini

ILLINOIS. AT&T Inc mengumumkan aksi korporasi yakni membeli perusahaan media Time Warner Inc pada Sabtu (22/10) lalu. Seperti dikutip The Wall Street Journal, nilai akuisisi mencapai lebih dari US$ 80 miliar.

Namun, bursa Wall Street menanggapi dingin akuisisi tersebut. Para pelaku pasar khawatir  AT&T akan terganjal izin dari pemerintah untuk melakukan rencana akuisisi tersebut. Ini tecermin pada harga saham kedua perusahaan yang tergerus. Saham AT&T ditutup turun 1,7% menjadi US$ 36,86 per saham dan saham Time Warner turun 3% menjadi US$ 86,78 per saham pada perdagangan kemarin. 

Kesepakatan akuisisi tersebut akan membuat AT&T berhak mengontrol saluran TV kabel HBO dan CNN, serta film buatan Warner Bros juga sejumlah aset lain milik Time Warner.  

Manajemen AT&T pada Sabtu lalu mengatakan, perusahaannya akan membutuhkan persetujuan dari Departemen Kehakiman AS dan juga dari US Federal Communications Commission (FCC) terkait lisensi, jika ada, untuk perlu ditransfer ke AT&T. Hal-hal seperti itu butuh persetujuan FCC. 

Time Warner hanya memiliki stasiun penyiaran yang di bawah lisensi FCC, yakni WPCH-TV di Atlanta. Jika ingin menghindari review dari FCC, Time Warner bisa saja menjual lisensi tersebut. 

Randall Stephenson, Chief Executive AT&T berharap, pemerintah akan memberikan izin terkait akuisisi ini. "Karena akuisisi ini merupakan integrasi vertikal yang tidak mengeliminasi pesaing. Ini situasi uang dipandang lebih baik untuk penegakan antitrust," ujar Stephenson. 

Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest mengatakan, peninjauan kesepakatan dan keputusan terkait akuisisi ini akan dilakukan oleh pejabat pengawas Departemen Kehakiman dan Komisi Perdagangan Federal. Ini bertujuan untuk menjaga persaingan atau melindungi konsumen. 

"Presiden berharap regulator berhati-hati mempertimbangkan dampak dari kesepakatan ini bagi konsumen," ujar Earnest. 

   




TERBARU

[X]
×