kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Pasar Global Bergejolak, Minyak Melonjak di Tengah Kebuntuan AS–Iran


Jumat, 24 April 2026 / 17:48 WIB
Pasar Global Bergejolak, Minyak Melonjak di Tengah Kebuntuan AS–Iran
ILUSTRASI. Saham Eropa melemah, namun Nikkei justru menguat signifikan. Simak analisis lengkap pergerakan pasar yang tak terduga ini! (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pasar saham global bergerak fluktuatif pada Jumat (24/4/2026), sementara harga minyak mentah bertahan di atas level US$100 per barel. Kondisi ini dipicu meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi eskalasi militer baru di kawasan Timur Tengah menjelang akhir pekan.

Indeks saham di kawasan Eropa dibuka melemah secara luas, sementara indeks unggulan Jepang, Nikkei 225, justru menguat hampir 1%. Di sisi lain, kontrak berjangka saham Amerika Serikat menunjukkan kenaikan tipis.

Harga minyak yang berada di kisaran US$107 per barel mengalami tekanan kenaikan tambahan setelah Iran merilis rekaman pasukan komando yang menaiki kapal kargo di Selat Hormuz. Selain itu, laporan mengenai sistem pertahanan udara Iran yang menghadapi “target musuh” turut meningkatkan ketegangan.

Sepanjang pekan ini, harga minyak telah melonjak lebih dari 17%, mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak awal konflik pada Maret. Hal ini menunjukkan bahwa harapan pasar terhadap penyelesaian konflik dalam waktu dekat mulai memudar.

Baca Juga: China Batasi Investasi AS di Startup Teknologi dan AI, Perlu Persetujuan Pemerintah

Sentimen Pasar dan Kinerja Saham

Rory McPherson, kepala strategi pasar di Wren Sterling, mengatakan bahwa sentimen pasar sempat membaik sebelum kembali tertekan akibat eskalasi terbaru.

Indeks saham global yang dirilis MSCI tercatat sedikit melemah, meskipun masih berada tidak jauh dari level tertinggi pekan lalu. Di Amerika Serikat, sektor teknologi justru menunjukkan performa kuat.

Indeks teknologi dalam S&P 500 telah menguat sekitar 16% sepanjang April, mencatatkan potensi kinerja bulanan terbaik sejak 2002. Hal ini didorong oleh kinerja laba perusahaan yang solid.

Jim Caron dari Morgan Stanley Investment Management menilai investor cenderung terlalu fokus pada risiko penurunan akibat ketidakpastian geopolitik, dan mengabaikan potensi kenaikan pasar yang masih terbuka.

Baca Juga: Harga Energi Naik Industri Tekstil Asia Tertekan, Ancam Harga Fast Fashion Global

Ketegangan AS-Iran dan Dampaknya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk “menembak dan menghancurkan” kapal Iran yang memasang ranjau di Selat Hormuz, serta meningkatkan operasi pembersihan ranjau.

Pernyataan ini muncul hanya beberapa hari setelah Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran guna membuka ruang negosiasi damai. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan situasi kembali memanas.

Pasar Valuta Asing dan Tekanan Yen

Di pasar mata uang, dolar AS mencatatkan kenaikan mingguan pertama dalam tiga pekan terakhir, seiring meredanya harapan akan penurunan cepat ketegangan geopolitik.

Kondisi ini membuat yen Jepang melemah mendekati level 160 per dolar AS, memicu kekhawatiran akan intervensi pemerintah Jepang. Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menyatakan otoritas siap mengambil langkah tegas untuk menstabilkan pasar jika diperlukan.

Euro relatif stabil di level US$1,1684, sementara poundsterling menguat tipis ke US$1,3473.

Baca Juga: AS Pertimbangkan Sanksi untuk Sekutu NATO yang Tak Dukung Perang Iran

Fokus ke Bank Sentral dan Inflasi

Pelaku pasar kini menantikan pertemuan sejumlah bank sentral utama pekan depan, termasuk Federal Reserve, European Central Bank, dan Bank of England, untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan terkait dampak konflik terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Bank of Japan juga dijadwalkan menggelar pertemuan, dengan ekspektasi suku bunga tetap dipertahankan.

Analis MFS Investment Management, Carl Ang, menilai likuiditas pasar yang lebih rendah selama periode libur Golden Week di Jepang dapat membuka peluang intervensi di pasar valuta asing, khususnya untuk menopang nilai yen.

Di pasar komoditas lainnya, harga emas spot tercatat turun tipis 0,1% ke level US$4.688 per ons, mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah volatilitas pasar global.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×