kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Pasca gagal akuisisi Bank Permata, Sumitomo Mitsui tengah mengincar bank lain


Rabu, 23 Desember 2020 / 14:35 WIB
ILUSTRASI. A man walks past a sign board of Sumitomo Mitsui Banking Corporation, part of Sumitomo Mitsui Financial Group Inc (SMFG) outside its branch in Tokyo, Japan, January 27, 2017. REUTERS/Toru Hanai


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID -  TOKYO. Sumitomo Mitsui Financial Group Inc. sedang mencari bank potensial di Asia untuk diakuisisi. Untuk itu Sumitomo akan bekerja sama dengan bank investasi global asal Amerika Serikat (AS) 

Bank terbesar kedua di Jepang itu sedang "mempelajari target spesifik" di Vietnam, Filipina, dan India. Chief Executive Officer Sumitomo Mitsui Jun Ohta mengatakan, ia ingin mencari mitra bisnis untuk menjamin penjualan ekuitas dan obligasi di AS dan di tempat lain. Ini sebagai alternatif tambahan pemasukan ketika pendapatan dari penyaluran kredit tidak bisa diandalkan pada tahun ini gara-gara Covid-19. 

Rencana tersebut menggarisbawahi bagaimana Sumitomo Mitsui mencari strategi untuk bisa tumbuh di luar negeri meski negara tengah tertekan resesi. Sebab bisnis di dalam negeri tampaknya tidak terlalu menjanjikan. Dengan tingkat suku bunga terendah di dalam negeri dan populasi yang menyusut, berpotensi akan menghambat prospek di dalam negeri selama bertahun-tahun yang akan datang.

Baca Juga: Kondisi new normal membuat penjajakan kredit sindikasi kembali berlanjut

“Strategi membeli bank komersial mungkin tidak langsung mengarah pada peningkatan laba, tetapi kami akan membeli perusahaan yang menyediakan platform bisnis di negara-negara berkembang dari perspektif jangka panjang,” kata Ohta meski dia tidak mengidentifikasi nama-nama perusahaan yang masuk dalam daftar target potensial seperti dikutip Bloomberg, Rabu (23/12). 




TERBARU

[X]
×