kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Pasca Invansi Ukraina, Rusia Dinilai Jadi Beban China


Jumat, 25 Maret 2022 / 13:59 WIB
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, China, Jumat (4/2/2022). Pasca Invansi Ukraina, Rusia Dinilai Jadi Beban China


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  WASHINGTON. Invasi Rusia ke Ukraina telah menjadikannya lebih sebagai beban strategis bagi China, kata seorang pejabat senior Pentagon, Kamis (24/3).

"Saya pikir ada tingkat dimana apa yang telah dilakukan Putin di Ukraina membuat Rusia jauh lebih menjadi beban strategis bagi Beijing daripada enam minggu lalu atau enam bulan lalu," kata Wakil Menteri Pertahanan untuk Kebijakan Colin Kahl seperti dilansir Reuters.

Pada bulan Februari, China dan Rusia mendeklarasikan kemitraan "tanpa batas", saling mendukung atas kebuntuan di Ukraina dan Taiwan dengan janji untuk berkolaborasi lebih banyak melawan Barat.

Baca Juga: Rusia Ikut Melawan Dominasi Dolar AS, Begini Dampaknya Bagi Perdagangan Global




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×