kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45775,90   0,60   0.08%
  • EMAS934.000 0,32%
  • RD.SAHAM 0.24%
  • RD.CAMPURAN 0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Paus Fransiskus: Alihkan dana senjata untuk penelitian cegah pandemi berikutnya


Minggu, 31 Mei 2020 / 16:55 WIB
Paus Fransiskus: Alihkan dana senjata untuk penelitian cegah pandemi berikutnya
ILUSTRASI. Pope Francis waves as he arrives to lead the weekly general audience in Saint Peter's Square at the Vatican April 12, 2017. REUTERS/Remo Casilli

Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  VATICAN CITY. Paus Fransiskus menyerukan agar para politisi mengalihkan dana pembelian senjata untuk penelitian guna mencegah munculnya pandemi lainnya di masa depan. Hal itu dikatakan Fransiskus saat ia memimpin doa Rosario terbesar di Vatikan dalam hampir tiga bulan terakhir, Sabtu (30/5).

Paus memimpin doa Rosario bersama sekitar 130 umat Katolik di ruang terbuka di Vatikan. Mereka sebagian besar yang ikut adalah yang terdampak langsung pandemi corona ini.

Baca Juga: Vatikan mulai membuka Basilika Santo Petrus untuk misa umum

Mengutip Reuters, Minggu (31/5),  mereka berdoa Rosario di taman-taman Vatikan, yang diikuti secara live puluhan ribu Umat Katolik di sekitar 50 tempat ibadat Katolik di seluruh dunia.

Sebuah layar besar di taman-taman itu memperlihatkan sekitar 25 lokasi lainnya yang terhubung dalam doa Rosario tersebut.

Mereka yang berdoa adalah antara lain para dokter Italia, perawat dan pengemudi ambulans, serta orang-orang yang telah pulih dari virus corona atau kehilangan anggota keluarganya. Italia mencatat lebih dari 33.000 korban meninggal akibat wabah corona ini.

Sebagian besar para pendoa ini menggunakan masker, kecuali ketika mereka memimpin ibadat menggunakan mikrofon. Paus Fransiskus yang kini berusia 83 tahun duduk hanya beberapa meter di depan umat yang hadir dan tidak menggunakan masker.

Baca Juga: Paus emeritus Benediktus XVI sebut ada yang berupaya membungkam dirinya

Dalam doa penutupnya, Fransiskus mengatakan bahwa para pemimpin nasional harus berpandangan jauh ke depan, membantu yang paling membutuhkan sekarang dan menempatkan kepentingan ekonomi dan sosial untuk jangka panjang.




TERBARU

[X]
×