kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Paus Fransiskus sebut Eropa benua yang lusuh


Selasa, 25 November 2014 / 22:59 WIB
ILUSTRASI. Bank Indonesia optimistis nilai tukar rupiah akan menguat tahun depan. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: BBC | Editor: Yudho Winarto

STRASBOURG. Paus Fransiskus memperingatkan dunia melihat Eropa sebagai benua yang "tua dan lusuh" saat memberikan pidato di Parlemen Eropa di Strasbourg, Prancis, Selasa (25/11).

Seperti yang dilansir oleh BBC, Paus mengatakan Eropa "semakin tidak berperan sebagai pemimpin" di tengah dunia yang tidak terlalu mempercayainya.

Dia juga meminta adanya "reaksi bersama" dalam menghadapi banyaknya migran miskin dan terpinggirkan yang datang ke Eropa.

Kunjungan Paus Fransiskus di Strasbourg dikeluhkan sejumlah pihak, yang menuduhnya tidak memperhatikan Eropa.

Sebagian besar warga Katolik Strasbourg kecewa karena dia tidak akan menemui mereka atau katedral kota tersebut.

Paus dijadwalkan berbicara di depan Dewan Eropa, badan hak asasi manusia utama Eropa.

Kunjungan empat jam ini kunjungan tersingkat yang pernah dilakukan Paus adalah lawatan keduanya ke Eropa sejak menjabat, setelah mengunjungi Albania pada bulan September.

Dia mendatangi Pulau Lampedusa, Italia, pada bulan Juli 2013 untuk bertemu dan berdoa untuk para migran.

Berbicara pada hari Selasa, Paus mendesak dilakukannya aksi untuk mengatasi ribuan migran yang tewas tenggelam.

"Kita tidak bisa membiarkan Laut Tengah menjadi sebuah tempat pemakaman besar," katanya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×