kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Paus Leo XIV Serukan Penghentian Kekerasan di Yaman Usai Operasi Kanker Paru-Paru


Minggu, 25 Oktober 2026 / 21:01 WIB
Paus Leo XIV Serukan Penghentian Kekerasan di Yaman Usai Operasi Kanker Paru-Paru
ILUSTRASI. Paus Leo XIV menyerukan penghentian kekerasan di Yaman dan menyoroti krisis kemanusiaan di Taiz setelah menjalani operasi kanker paru-paru. (Vatican Media via REUTERS/Simone Risoluti)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - VATICAN CITY. Paus Leo XIV menyerukan penghentian permusuhan di Yaman menyusul memburuknya kondisi kemanusiaan di negara tersebut.

Seruan itu disampaikan saat pemimpin Gereja Katolik tersebut menyapa umat dari jendela yang menghadap Lapangan Santo Petrus, Vatikan, pada Minggu (25/10/2026), kurang dari dua pekan setelah menjalani operasi kanker paru-paru.

Paus berusia 71 tahun itu secara khusus menyoroti kondisi kemanusiaan di Kota Taiz, Yaman barat daya. Menurutnya, masyarakat di wilayah tersebut menghadapi kesulitan akibat keterbatasan akses terhadap kebutuhan pokok dan layanan kesehatan.

"Di mana penduduk menderita akibat kurangnya makanan, air, dan bantuan medis," kata Paus Leo XIV, seperti dikutip Reuters, Minggu (25/10/2026).

Paus Leo XIV kemudian mengajak seluruh pihak untuk menghentikan permusuhan agar masyarakat Yaman dan kawasan sekitarnya dapat hidup dalam kedamaian.

Baca Juga: Uganda Karantina 21 Hari Warga yang Memiliki Riwayat Perjalanan ke Kongo

"Saya menyampaikan seruan tulus agar permusuhan dihentikan, sehingga masyarakat di Yaman dan seluruh kawasan dapat hidup dalam damai," ujarnya dengan suara tegas dan jelas.

Paus Leo XIV sampaikan seruan perdamaian usai operasi

Dalam kesempatan tersebut, Paus Leo XIV terlihat melambaikan tangan dan tersenyum kepada umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus. Ia berjalan menuju jendela tanpa bantuan, tempat yang sama ketika pada 11 Oktober lalu mengumumkan rencana operasi untuk mengangkat pertumbuhan kecil di paru-parunya.

Operasi tersebut menjadi perhatian publik karena merupakan persoalan kesehatan serius pertama yang diumumkan selama masa kepausannya.

Selain menyerukan penghentian kekerasan di Yaman, Paus Leo XIV juga menyampaikan doa bagi para korban serangan teroris terhadap umat Kristen Ortodoks di Gereja Hamoud, Yordania, pada Jumat (23/10/2026).

"Saya turut merasakan kedekatan dengan komunitas tersebut dan seluruh negara itu, yang dikenal dengan kehidupan berdampingan secara damai dan penuh rasa hormat di antara berbagai agama," kata Paus.

Ia juga mengajak umat untuk mendoakan pertemuan para pemimpin agama yang dijadwalkan berlangsung di Kota Assisi, Italia, pada Selasa (27/10/2026). Pertemuan tersebut bertujuan mendorong perdamaian.

Baca Juga: IPhone Lipat Apple Mulai Dijual, Harga US$2.000 dan Stok Terbatas

Sebelumnya, Paus Leo XIV dijadwalkan menghadiri acara tersebut. Namun, Vatikan mengumumkan pada Jumat (23/10/2026) bahwa ia membatalkan kunjungannya atas saran dokter guna mendukung proses pemulihan setelah operasi.

Kondisi Paus Leo XIV setelah operasi kanker paru-paru

Paus Leo XIV menjalani operasi pada 13 Oktober 2026 untuk mengangkat lobus bawah paru-paru kanannya. Tindakan medis tersebut dilakukan setelah ia didiagnosis menderita adenokarsinoma, salah satu jenis kanker paru-paru yang paling umum.

Kabar mengenai perkembangan kesehatannya disampaikan oleh tim dokter pada pekan berikutnya. Pada 21 Oktober 2026, dokter menyatakan bahwa Paus tidak memerlukan terapi lanjutan setelah operasi.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×