kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

PBB kepada militer Myanmar: Ada konsekuensi berat atas kekerasan terhadap demonstran


Selasa, 16 Februari 2021 / 13:21 WIB
ILUSTRASI. Seorang tentara melihat spanduk yang ditempelkan di kendaraan militer di luar Bank Sentral Myanmar selama protes terhadap kudeta militer, di Yangon, Myanmar, 15 Februari 2021.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Saat ini tentara semakin aktif melakukan penangkapan kepada pengunjuk rasa setiap hari, setelah pada hari Sabtu (13/2) diberikan kekuasaan untuk menahan orang dan menggeledah properti pribadi.

Kerusuhan di berbagai kota membangkitkan kembali ingatan tentang insiden berdarah pada tahun 2011 ketika militer memulai proses penarikan diri dari politik sipil.

Pihak militer pada hari Senin malam mengatakan bahwa serangkaian aksi protes merusak stabilitas dan membuat orang ketakutan.

Dibandingkan dengan kerusuhan yang terjadi sepuluh tahun lalu, kekerasan yang terjadi saat ini cenderung lebih rendah. Namun, polisi tetap melepaskan sejumlah tembakan dengan peluru karet untuk membubarkan massa.

Reuters mengabarkan, seorang wanita yang terkena tembakan polisi di ibu kota Naypyitaw pekan lalu diperkirakan tidak akan selamat.

Selanjutnya: Pengacara: Aung San Suu Kyi bakal disidang pekan ini




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×