kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,74   0,96   0.10%
  • EMAS951.000 -0,21%
  • RD.SAHAM 1.12%
  • RD.CAMPURAN 0.52%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

PBB mendesak para miliarder dunia untuk bantu jutaan penduduk dunia yang kelaparan


Jumat, 18 September 2020 / 11:24 WIB
PBB mendesak para miliarder dunia untuk bantu jutaan penduduk dunia yang kelaparan
ILUSTRASI. David Beasley, Direktur Eksekutif World Food Programme (WFP)


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Kepala program pangan PBB David Beasley mengundang para miliarder dunia untuk turut serta memerangi kelaparan yang melanda ratusan juta penduduk dunia saat ini.

Badan pangan PBB, World Food Programme (WFP), pada hari Kamis (17/9), mengatakan bahwa saat ini ada sekitar 30 juta orang di seluruh dunia yang berisiko meninggal dunia akibat kelaparan.

Di depan Dewan Keamanan PBB, Beasley mengatakan, secara global sekitar 270 juta orang berada di ambang kelaparan.

Tahun ini, WFP berharap bisa menekan angka tersebut menjadi 138 juta orang saja.

"Kami membutuhkan US$4,9 miliar untuk memberi makan, selama satu tahun, ada 30 juta orang yang terancam meninggal jika tidak menerima bantuan dari WFP," ungkap Beasley, dikutip dari Reuters.

Baca Juga: PBB: Virus corona adalah ancaman keamanan nomor satu dunia

Terkait kebutuhan dana ini, Beasley menyinggung 2.000 miliarder dunia dengan kekayaan bersih US$ 8 triliun, yang selama pandemi ini masih terus menghasilkan miliaran dolar.

"Sudah waktunya bagi mereka yang memiliki paling banyak (uang) untuk membantu mereka yang kekurangan," kata Beasley.

Dalam kesempatan tersebut, Beasley mengungkap kekayaan gabungan miliarder AS melonjak lebih dari 19% atau setengah triliun sejak pandemi melanda negeri Paman Sam.

Sejak 18 Maret, awal masa lockdown di AS, bos Amazon Jeff Bezos mengalami lonjakan kekayaan sebesar US$36,2 miliar.

Sementara CEO Facebook kekayaannya melonjak US$30,1 miliar, dan bos Tesla Elon Musk meraup US$14,1 miliar.

Selanjutnya: Efek kesehatan jangka panjang Covid-19, WHO: Kami pun belum mengetahuinya




TERBARU
Corporate Valuation Model Managing Procurement Economies of Scale Batch 5

[X]
×