kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

PBB Mengakui Perang Israel-Hamas Telah Meluas ke Suriah


Selasa, 31 Oktober 2023 / 12:54 WIB
PBB Mengakui Perang Israel-Hamas Telah Meluas ke Suriah
ILUSTRASI. Asap meninggi setelah serangan rudal Israel di sebuah area gudang kontainer, di pelabuhan Latakia, Suriah, dalam foto yang disiarkan oleh SANA, Selasa (28/12/2021). SANA/Handout via REUTERS


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Utusan PBB untuk Suriah, Geir Pedersen, pada hari Senin (30/10) melaporkan bahwa perang Israel-Hamas kini telah meluas ke Suriah. Situasi ini memperburuk kondisi Suriah yang telah mengalami perang selama 12 tahun terakhir.

Berbicara di hadapan Dewan Keamanan PBB, Pedersen menjelaskan bahwa rakyat Suriah saat ini menghadapi potensi eskalasi konflik yang lebih luas.

"Selain kekerasan akibat konflik Suriah, rakyat Suriah kini menghadapi prospek mengerikan berupa potensi eskalasi yang lebih luas dari serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober dan aksi balasan yang sedang berlangsung. Melimpahnya ke Suriah bukan hanya sebuah risiko, itu sudah dimulai," kata Perdersen, dikutip AP News.

Secara khusus, Pedersen melaporkan adanya serangan udara militer Israel terhadap bandara Suriah di Aleppo dan Damaskus. Serangan juga datang dari militer AS yang menargetkan kelompok yang diklaim didukung oleh Iran.

Baca Juga: Israel Menuduh Sekjen PBB Membenarkan Aksi Terorisme

"Kawasan ini telah ada dalam kondisi paling berbahaya dan tegang. Bahan bakar kini ditambahkan ke dalam kotak api yang sudah mulai berkobar di Suriah, yang mengalami peningkatan kekerasan bahkan sebelum tanggal 7 Oktober," lanjut Pedersen.

Pedersen menambahkan, jumlah warga Suriah yang terbunuh, terluka, dan terlantar saat ini berada pada angka tertinggi sejak tahun 2020.

Pedersen juga melaporkan peningkatan besar-besaran serangan Turki di timur laut menyusul serangan terhadap fasilitas pemerintah Turki di Ankara. Serangan militer Turki itu bahkan menewaskan puluhan orang, merusak fasilitas kesehatan, sekolah dan kamp, ​​​​dan membuat lebih dari 120.000 warga sipil mengungsi.

Baca Juga: Sekjen PBB: Solusi Dua Negara Bisa Menjamin Perdamaian di Timur Tengah

Saling Tuduh di Hadapan Dewan Keamanan PBB

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menuduh pasukan Israel menyerang lokasi-lokasi di Suriah, termasuk bandara sipil. Rusia yang merupakan sekutu terdekat Suriah juga menyebut serangan AS di negara tersebut sebagai tindakan tidak sah dan melanggar kedaulatan Suriah.

"Kepentingan ekonomi AS dan keterlibatannya dalam selundupan biji-bijian dan minyak Suriah lebih diutamakan daripada kepentingan politik. Serangan-serangan seperti yang dilakukan AS dapat memicu dampak yang meluas ke seluruh wilayah. Hal ini tidak boleh dianggap bisa diterima," kata Nebenzia.

Sebaliknya, Duta Besar AS Linda Thomas-Greenfield justru menuduh kelompok teroris yang beberapa di antaranya didukung oleh Suriah dan Iran telah mengancam akan memperluas konflik Gaza.

Thomas-Greenfield menyebut para kelompok tersebut menggunakan wilayah Suriah untuk merencanakan dan melancarkan serangan terhadap Israel.

"Suriah mengizinkan Iran dan kelompok teroris menggunakan bandara internasionalnya untuk tujuan militer. Kami menyerukan rezim untuk mengekang aktivitas milisi yang didukung Iran di Suriah, menghentikan aliran senjata dan pejuang asing melalui wilayahnya," kata Thomas-Greenfield.

Baca Juga: 9 Negara Arab Meminta PBB Wajibkan Israel-Hamas Lakukan Gencatan Senjata

Pernyataan tersebut langsung disangkal oleh Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Iravani. Dirinya mengatakan bahwa Iran hadir di Suriah atas permintaan pemerintah Suriah untuk memerangi terorisme. Iravani justru menuduh AS berusaha mengalihkan kesalahan dari pelaku ke korban.

"Tujuan utama Iran adalah untuk menghindari eskalasi di wilayah tersebut. Itulah sebabnya Iran mendukung seruan internasional untuk segera melakukan gencatan senjata dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat di Gaza," ungkap Iravani.

Di hadapan Dewan Keamanan PBB, Iravani juga menyebut dukungan penuh AS terhadap Israel telah menjadikannya bagian dari masalah. Menurutnya, AS dan pada sekutunya di Barat telah mengabaikan hak rakyat Palestina.

"AS dan beberapa negara Barat berupaya memberikan Israel hak yang tidak adil untuk membela diri sambil mengabaikan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri, dan menyamakan perlawanan Palestina dengan terorisme," imbuhnya.




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×