kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,94   -3,77   -0.38%
  • EMAS988.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Pedoman Perawatan Pasien Covid-19, WHO Rekomendasikan Molnupiravir dengan Syarat


Kamis, 03 Maret 2022 / 20:15 WIB
Pedoman Perawatan Pasien Covid-19, WHO Rekomendasikan Molnupiravir dengan Syarat
ILUSTRASI. WHO memperbarui pedoman perawatan pasien Covid-19, dengan memasukkan rekomendasi bersyarat terhadap molnupiravir. Merck & Co Inc/Handout via REUTERS.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperbarui pedoman perawatan pasien Covid-19, dengan memasukkan rekomendasi bersyarat terhadap molnupiravir, obat antivirus oral.

Lantaran molnupiravir adalah obat baru, hanya ada sedikit data keamanan. WHO pun merekomendasikan pemantauan aktif untuk keamanan obat, bersama dengan strategi lain untuk mengurangi potensi bahaya.

"Karena kekhawatiran dan kesenjangan data, molnupiravir harus diberikan hanya kepada pasien Covid-19 yang tidak parah dengan risiko rawat inap tertinggi," kata WHO dalam siaran pers Kamis (3/3) yang diterima Kontan.co.id.

Pasien Covid-19 tersebut, WHO menyebutkan, biasanya orang yang belum menerima vaksinasi, lansia, orang dengan defisiensi imun, dan orang dengan penyakit kronis.

Dan, WHO menegaskan, anak-anak serta wanita hamil dan menyusui tidak boleh diberikan molnupiravir, obat antivirus oral pertama yang lembaga di bawah naungan PBB itu rekomendasikan.

Baca Juga: WHO Sebut Pandemi Covid-19 Masih Jauh dari Selesai, Ini Tandanya

Di bawah perawatan penyedia layanan kesehatan, molnupiravir diberikan empat tablet (total 800 mg) dua kali sehari selama lima hari. Digunakan sedini mungkin setelah infeksi bisa membantu mencegah rawat inap.

Rekomendasi WHO atas molnupiravir berdasarkan pada data baru dari enam uji coba terkontrol secara acak yang melibatkan 4.796 pasien. Ini adalah data terbesar pada obat itu sejauh ini.

Bersamaan dengan rekomendasi tentang molnupiravir, pembaruan kesembilan pedoman WHO tentang terapi ini mencakup casirivimab-imdevimab, campuran antibodi monoklonal. 

Berdasarkan bukti, kombinasi obat ini tidak efektif terhadap varian Omicron. WHO sekarang merekomendasikan, agar hanya diberikan bila infeksi disebabkan oleh varian lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×