kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pejabat Keamanan Israel Bersumpah Akan Memburu Hamas yang Ada di Luar Negeri


Senin, 04 Desember 2023 / 12:29 WIB
Pejabat Keamanan Israel Bersumpah Akan Memburu Hamas yang Ada di Luar Negeri
ILUSTRASI. Militan Hamas Palestina mengambil bagian dalam unjuk rasa anti-Israel di Kota Gaza 22 Mei 2021. REUTERS/Mohammed Salem


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Kepala Badan Keamanan Dalam Negeri Israel, Shin Bet, bersumpah akan memburu seluruh anggota Hamas yang tersebar di seluruh dunia meskipun menyadari bahwa hal itu akan memakan banyak waktu.

Pernyataan tegas Shin Bet tersebut disampaikan melalui sebuah rekaman yang pada hari Minggu (3/12) disiarkan oleh lembaga penyiaran publik Israel, Kan TV.

Sayangnya, tidak jelas kapan rekaman itu diambil. Badan Keamanan Dalam Negeri Israel pun belum memberikan komentar terkait rekaman tersebut.

Baca Juga: Perang Hamas-Israel Kembali Terjadi di Gaza Setelah Gencatan Senjata Berakhir

Memburu Hamas di Berbagai Negara

Dalam rekaman yang beredar, Shin Bet mengatakan bahwa kabinet Israel telah menetapkan tujuan untuk melenyapkan Hamas. Disebutkan pula beberapa negara yang menjadi target seperti Lebanon, Turki, dan Qatar.

"Kabinet telah menetapkan tujuan untuk melenyapkan Hamas. Kami akan melakukan ini di mana pun, di Gaza, di Tepi Barat, di Lebanon, di Turki, di Qatar. Ini akan memakan waktu beberapa tahun tetapi kami akan berada di sana untuk mewujudkannya," ungkap Shin Bet, dikutip Arab News.

Israel bersumpah untuk melenyapkan Hamas setelah kelompok bersenjata asal Palestina itu menyerang Israel pada 7 Oktober lalu. Israel mengklaim serangan itu menewaskan 1.200 orang.

Baca Juga: Hamas Mengundang Elon Musk untuk Menyaksikan Langsung Pembantaian di Gaza

Sebagai balasan, Israel sejak saat itu terus menggempur Jalur Gaza yang menjadi rumah bagi sekitar 2,3 juta warga Palestina. Hingga saat ini, lebih dari 15.500 warga sipil Gaza kehilangan nyawa. 

Israel percaya para pemimpin Hamas tinggal atau sering mengunjungi Lebanon, Turki, dan Qatar. Selama bertahun-tahun, berbagai negara telah menawarkan perlindungan bagi Hamas.

Israel bersama Amerika Serikat, Jepang, Australia, Kanada, dan Uni Eropa menetapkan Hamas sebagai kelompok teroris dan berusaha untuk melenyapkannya.




TERBARU

[X]
×