kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Menteri Luar Negeri G7 Mendesak Adanya Jeda Kemanusiaan dalam Perang Israel-Hamas


Rabu, 08 November 2023 / 13:07 WIB
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri G7 saat konferensi tingkat tinggi di Liverpool, Inggris, Sabtu (11/12/2021). Paul Ellis/Pool via REUTERS


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Para menteri luar negeri anggota G7 menyerukan adanya jeda kemanusiaan dalam perang Israel-Hamas. Jeda ini diharapkan bisa segera diberlakukan dan dimanfaatkan untuk memasok bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Pernyataan tersebut keluar dari para menteri setelah mereka mengakhiri pertemuan yang berlangsung selama dua hari di Tokyo pada hari Rabu (8/11).

Mengutip Kyodo, para menteri juga akan menyatakan dukungan tanpa syarat terhadap tindakan Israel di Gaza setelah serangan kelompok militan Palestina Hamas pada 7 Oktober.

Baca Juga: AS Tak Mendukung Pendudukan Israel di Gaza Setelah Perang

Menteri Luar Negeri Jepang Yoko Kamikawa, yang memimpin pertemuan, dijadwalkan mengadakan konferensi pers setelah seluruh sesi berakhir. 

Kamikawa mengatakan bahwa pernyataan bersama sedang dipersiapkan untuk menunjukkan sikap bersatu G7 terhadap konflik Timur Tengah.

Akhir Oktober lalu, enam anggota G7 kecuali Jepang juga mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan dukungan terhadap Israel. Keenamnya mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri dan menyebut Hamas sebagai organisasi teroris.

Militer Israel telah memperluas operasi udara dan daratnya di Gaza yang dikuasai Hamas di tengah adanya seruan internasional untuk gencatan senjata kemanusiaan.

Baca Juga: PBB: Perang Israel-Gaza Sangat Mematikan Bagi Pekerja Kami

Serangan Israel di Jalur Gaza telah membunuh lebih dari 10.000 orang. Sebaliknya, serangan Hamas ke Israel menewaskan lebih dari 1.400 orang.

Israel dituduh menggunakan kekuatan yang tidak proporsional dan bertindak di luar lingkup pertahanan diri, sehingga mendorong beberapa negara untuk menarik duta besarnya.

Israel dan Hamas masih menolak desakan gencatan senjata dengan alasan berbeda. Israel mengatakan Hamas harus membebaskan para sandera terlebih dahulu. Hamas mengatakan mereka tidak akan membebaskan sandera atau menghentikan pertempuran ketika Gaza sedang diserang.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×