kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Peluncuran Satelit China Picu Kewaspadaan di Taiwan Jelang Pemilu


Kamis, 11 Januari 2024 / 05:37 WIB
ILUSTRASI. Taiwan mengatakan bahwa sebuah roket China yang membawa satelit telah terbang di wilayah udara selatannya. REUTERS/Dado Ruvic


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Kementerian Pertahanan Tiongkok tidak segera menanggapi permintaan komentar yang dilayangkan Reuters.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pada Selasa malam bahwa roket itu terbang lebih dari 500 km (310 mil) di atas bagian selatan pulau itu, dan puing-puingnya hanya berjatuhan di wilayah China.

Dikatakan bahwa jalur penerbangan "tidak normal" yang "mungkin menimbulkan risiko di darat", sehingga peringatan pun dikeluarkan.

Kementerian mengatakan akan melakukan tinjauan mendalam terhadap kesalahan penggunaan kata "rudal" dalam bahasa Inggris.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, yang menghadiri acara kampanye di kota selatan Kaohsiung, melihat telepon seluler dan berkata, "Ini adalah satelit, bukan rudal - jangan khawatir." Demikian laporan Kantor Berita resmi Taiwan.

Baca Juga: Xi Jinping Bersumpah Bakal Terus Gelar Kebijakan Antikorupsi Besar-besaran

Namun oposisi utama Taiwan, Partai Kuomintang, mengkritik peringatan tersebut dan mengatakan bahwa hal tersebut telah menyesatkan masyarakat.

Taiwan menuduh Tiongkok pada hari Sabtu mengancam keselamatan penerbangan dan melancarkan perang psikologis terhadap rakyatnya dengan serentetan balon baru-baru ini.




TERBARU

[X]
×